Global-hukumindonesia.id, Yogyakarta - Di tengah hiruk-pikuk dunia media yang kerap dibayang-bayangi kepentingan politik dan bisnis, Pak Yudhi Dewa tampil sebagai sosok teguh yang terus menyalakan semangat jurnalisme investigatif. (25/07/2025).
Berbekal latar pendidikan di bidang komunikasi dan hukum, ia kini menjabat sebagai Direktur Penelitian dan Pengembangan di Media Global Hukum Indonesia, sebuah media independen yang ia dirikan sejak 2018. Bagi Pak Yudhi, jurnalisme bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk nyata dari pengabdian. “Saya bangga bisa membantu masyarakat lewat informasi. Ini bukan hanya profesi, tapi alat perjuangan untuk keadilan", ungkapnya
Dengan penuh keyakinan. Fokus utama medianya adalah isu hukum, termasuk pengungkapan kasus korupsi, tambang ilegal, dan pelanggaran etika pejabat.
Perjalanan Pak Yudhi tentu tidak mulus. Ia mengaku pernah menerima tekanan dalam berbagai bentuk, mulai dari pesan singkat hingga kehadiran orang asing di depan rumahnya. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya gentar. “Kalau sudah mencintai profesi ini, kekhawatiran atau tekanan tidak boleh mengendalikan kita,” tegasnya.
Pak Yudhi meyakini bahwa jurnalis sejati harus berpegang pada prinsip dan etika. “Sebelum berita kami tayangkan, kami verifikasi dan konfirmasi secara ketat. Kami tidak ingin menjatuhkan siapa pun, tujuan kami adalah memperbaiki keadaan", jelasnya.
Ia menggambarkan peran medianya sebagai pengawas etika yang tegas, jujur, dan berani.
Kepada para calon jurnalis, khususnya mahasiswa, Pak Yudhi berpesan agar tidak asal melontarkan pertanyaan. “Pahami dulu tema wawancara dan pelajari narasumbernya. Jangan jadi jurnalis yang sekadar membaca daftar pertanyaan, jadilah pencari kebenaran", tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya percaya diri, tanpa melupakan kerendahan hati", tutupnya.
(Khsathrya Laksamana Alam Perkasa
NIM: 2100004064
Mata Kuliah: Introduction Of Journalism.
Tanggal Wawancara: Jumat, 11 Juli 2025.
Tempat: Xopi Soe, Sultan Agung, Yogyakarta.)
Penulis (kemeja biru) dengan Mr. Yudhi Dewa (kaos kuning) seorang jurnalis hukum senior dari Global Hukum Indonesia, selama wawancara di Xopi Soe, Yogyakarta (11 Juli 2025).
Social Header