Breaking News

Turki Al-Faisal, Mantan Kepala Badan Intelijen Arab Saudi: Bush Pernah Bertanya Kepada Pangeran Saud tentang Iran

Global-hukumindonesia.id, Arab Saudi - Turki Al-Faisal, Mantan Kepala Badan Intelijen Arab Saudi: Bush pernah bertanya kepada Pangeran Saud tentang pandangannya terhadap Iran

Pangeran Saud menjawab:
● “Kami di Arab Saudi memiliki dua mimpi buruk.

Mimpi buruk pertama adalah jika Iran berhasil memperoleh senjata nuklir.

●Mimpi buruk kedua adalah jika kalian, Amerika Serikat, menyerang Iran dengan alasan mencegah negara itu memperoleh senjata nuklir.

● Kami terjebak di antara dua mimpi buruk tersebut dan terus berusaha mencari jalan keluar dari situasi ini".

Pernyataan ini menggambarkan dilema strategis Arab Saudi dalam menghadapi persoalan nuklir Iran.

Di satu sisi, Riyadh mengkhawatirkan kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, serangan militer Amerika terhadap Iran juga berpotensi memicu perang regional, mengguncang stabilitas Teluk, serta mengancam keamanan dan kepentingan ekonomi negara-negara Arab.

Inti pesannya: Arab Saudi menghadapi dua risiko besar: perubahan keseimbangan kekuatan kawasan jika Iran memiliki senjata nuklir, dan kehancuran stabilitas regional jika Amerika memilih jalan perang. (https://t.me/PalestinaPost)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA