Breaking News

Sinergi Keraton Kasepuhan Cirebon dan Pesantren untuk Stop Bullying

Global-hukumindonesia.id, Cirebon – Madrasah Aliyah Plus Ar Ruhama akan menggelar hajatan akbar budaya dan pendidikan bertajuk NGAJI BUDAYA MAPA EXPO 2026 dengan tema besar “Harmoni Akulturasi: Merawat Budaya, Menjaga Lingkungan, Menebar Empati, Hentikan Bullying". (29 Oktober 2026).

Acara yang mendapat dukungan penuh dari Keraton Kasepuhan Cirebon* dan *Satgas Stop Bullying ini akan digelar pada Kamis, 29 Oktober 2026 bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Yayasan Islam Ar Ruhama.

Tiga tokoh utama yang menjadi magnet acara ini adalah:

1.  KH. Dr. Aijan Syafi'i, Lc., M.Pd.I., (Ketua Dewan Yayasan Islam Ar Ruhama)
2.  Pangeran Ilyas Ruhama / Ariantareja, S.Pd., S.H., M.H., (Pengasuh Pondok Pesantren Ar Ruhama) – Tokoh muda yang juga keluarga besar Laskar Adat Kuda Putih Arya Kemuning Keraton Kasepuhan Cirebon.
3.  KH. Rd. Mujahid Abdul Jalil, Lc., Al Hafiz (Pimpinan Pondok Pesantren Ar Ruhama)

Sinergi Keraton dan Pesantren untuk Stop Bullying.

MAPA EXPO 2026 ini istimewa adalah kolaborasi simbolik antara nilai-nilai Keraton dan kepedulian sosial. Logo Keraton Kasepuhan Cirebon di pojok kiri dan logo SATGAS STOP BULLYING di pojok kanan atas menjadi penanda bahwa pelestarian budaya harus sejalan dengan perlindungan anak.

“Ngaji Budaya bukan hanya tentang candi dan pakaian adat. Ini adalah ngaji tentang hati. Merawat budaya berarti merawat adab. Menjaga lingkungan berarti menjaga tempat hidup. Menebar empati berarti lawan dari bullying. Inilah Harmoni Akulturasi yang sesungguhnya", ujar panitia.

Acara menampilkan pameran budaya Nusantara, pagelaran seni, talkshow edukasi anti-bullying, serta deklarasi bersama “Santri Berbudaya, Pelajar Anti Bullying". (Hadi)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA