Global-hukumindonesia.id, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di bawah komando Menko Polkam RI, Dudung Abdurachman, menunjukkan manuver cepat dalam menjaga stabilitas nasional di tahun 2026. Sejumlah isu strategis dari dalam hingga luar negeri menjadi fokus utama.
Empat agenda besar menjadi sorotan dari kinerja Kemenko Polkam terkini:
1. Soal Karhutla, Pemerintah Tegaskan Masih Terkendali.
Menanggapi desakan agar Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ditetapkan sebagai bencana nasional, Kemenko Polkam menegaskan bahwa status tersebut belum diperlukan. Pemerintah menilai kapasitas nasional masih sangat mampu untuk menangani.
Bahkan, pemerintah menyambut baik bantuan dari negara sahabat seperti Malaysia dan Singapura untuk mempercepat proses pemadaman di titik-titik rawan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk diplomasi kemanusiaan yang efektif.
2. Pimpin 8 Negara Lawan Kejahatan Transnasional.
Di kancah internasional, Menko Polkam Dudung Abdurachman memimpin pertemuan penting yang melibatkan 8 negara di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.
Pertemuan tersebut fokus memperkuat kerja sama untuk menghadapi ancaman nyata kejahatan lintas negara, seperti terorisme, kejahatan siber, dan perdagangan manusia (human trafficking). Indonesia di bawah Kemenko Polkam tampil sebagai inisiator perdamaian kawasan.
3. Bentuk Satgas P2BBL, Perang Terhadap Penyelundupan Benih Lobster.
Langkah tegas diambil pemerintah dalam menjaga kekayaan laut. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 69/2026, pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Penyelundupan Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL).
Satgas ini akan bekerja lintas kementerian dan lembaga untuk memberantas praktik penyelundupan benih lobster yang selama ini merugikan negara hingga triliunan rupiah.
4. Pastikan Penegakan Hukum Tanpa Konflik Kepentingan.
Menanggapi isu yang berkembang di publik, pihak Kemenko Polkam memberikan klarifikasi tegas. Kemenko memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam setiap proses penegakan hukum dan penanganan kasus yang tengah berjalan. Semua proses dipastikan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.
Dengan sederet program tersebut, Kemenko Polkam di bawah Dudung Abdurachman menegaskan perannya sebagai garda terdepan penjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, baik di tingkat nasional maupun kawasan.( Hadi / FKWSB ).


Social Header