Global-hukumindonesia.id, Sarolangun - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau membuat kesiapsiagaan tidak bisa menunggu sampai api muncul. Di Kabupaten Sarolangun, langkah antisipasi diperkuat dengan dukungan peralatan pemadam yang diserahkan PT Sari Aditya Loka (SAL) kepada Polres Sarolangun.
Dukungan sarana dan prasarana (sarpras) tersebut diserahkan dalam kegiatan sinergi dan kolaborasi kesiapsiagaan pencegahan serta penanggulangan Karhutla, Selasa 8 September 2026.
Bantuan yang diberikan bukan sekadar perlengkapan pendukung. Sejumlah peralatan disiapkan untuk menunjang keselamatan personel sekaligus mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi di lapangan. Peralatan tersebut antara lain pakaian tahan panas (heat retardant suit), helm pemadam kebakaran, sarung tangan, sepatu bot karet, backpack sprayer, McLeod fire rake, masker N95, mesin pompa, hingga fire hose.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan personel, peralatan yang memadai, serta kerja sama lintas pihak.
“Kami mengapresiasi dukungan dan kolaborasi PT Sari Aditya Loka dalam memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla. Sarana dan prasarana ini akan mendukung kesiapan personel di lapangan", jelasnya.
Wendi mengatakan, bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada polsek jajaran. Langkah itu dinilai penting karena polsek merupakan salah satu unsur yang berada paling dekat dengan lokasi ketika terjadi kebakaran.
“Apresiasi untuk manajemen PT SAL dan seluruh jajarannya yang telah memberikan bantuan untuk Polres Sarolangun dan polsek jajaran", ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah perlengkapan seperti pakaian tahan panas, helm, sarung tangan, sepatu bot, mesin pompa, masker dan peralatan lainnya akan membantu meningkatkan keselamatan anggota ketika berada di lokasi kebakaran.
Bagi Wendi, dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanggulangan Karhutla tidak bisa dibebankan kepada satu institusi saja.
Ia berharap perusahaan lain juga dapat mengambil peran dalam membantu upaya pemadaman kebakaran sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Pencegahan dan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat", ungkapnya.
Dukungan kepada Polres Sarolangun tersebut menjadi bagian dari upaya PT SAL memperkuat kolaborasi pengendalian Karhutla di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Brigade PT SAL juga telah terlibat dalam penanganan sejumlah kebakaran, baik di sekitar wilayah operasional perusahaan maupun di luar area perusahaan. Salah satunya terjadi pada 23 Agustus 2026. Saat itu, Brigade PT SAL membantu menangani kebakaran sekitar dua hektare lahan di Desa Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin.
Pemadaman dilakukan bersama pemilik lahan, Polsek Tabir Selatan dan pemerintah desa. Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting ketika kebakaran terjadi. Semakin cepat api ditangani, semakin besar peluang mencegah kebakaran meluas.
Community Development Officer (CDO) PT Sari Aditya Loka, Slamet Riyadi, mengatakan pengendalian Karhutla membutuhkan kerja bersama sejak tahap pencegahan hingga penanganan.
“Karhutla merupakan tantangan bersama. Karena itu, kesiapan personel, sarana dan koordinasi menjadi sangat penting. Dukungan ini kami harapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan Polres Sarolangun sekaligus mempererat sinergi dalam menghadapi potensi kebakaran", ujar Slamet.
Menurutnya, PT SAL akan terus memperkuat langkah pencegahan, kesiapsiagaan personel serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Prinsip kami adalah mencegah sedini mungkin dan bergerak cepat ketika terjadi kebakaran. Kami siap berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, masyarakat serta pihak terkait lainnya,” katanya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyerahan peralatan. Dengan dukungan sarana, kesiapan personel dan koordinasi lintas pihak, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih awal sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat “Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia”, sebagai bagian dari kontribusi bersama menjaga lingkungan sekaligus meminimalkan risiko Karhutla di Kabupaten Sarolangun. (Anw)


Social Header