Global-hukumindonesia.id, Aceh Tamiang - Mercy Malaysia menggelar kegiatan Penguatan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) sebagai kader perlindungan perempuan dan anak, sekaligus pelatihan Pertolongan Pertama Psikologis (P3) serta pengenalan alarm bahaya bagi ibu-ibu anggota PEKKA di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang merupakan anggota PEKKA dari 12 kecamatan se-Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan berlangsung di Best Kopi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (21/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, panitia sekaligus pemateri, Yulfa Islaini, P.Si., M.Psi., Psikolog, menyampaikan kepada media bahwa "Pentingnya memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para kader mengenai perlindungan perempuan dan anak, khususnya terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Kegiatan ini sangat penting guna memberikan wawasan kepada ibu-ibu kader agar memiliki pengetahuan mengenai ciri-ciri korban KDRT. Orang yang mengalami kekerasan, penderitaan, atau ancaman kekerasan, baik secara fisik, psikis, seksual maupun penelantaran dalam lingkup rumah tangga", ujar Yulfa.
Ia juga menjelaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan pengalaman dalam melakukan pendampingan terhadap anak dan korban kekerasan, khususnya di Aceh Tamiang, kasus kekerasan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Korban seksual anak ada 12 jenis yang dialami anak dan perempuan. Berdasarkan pengalaman saya dalam pendampingan anak dan korban, khususnya di Aceh Tamiang, grafik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat berkurang", terang Yulfa.
Sementara itu, Kepala Kesehatan Mercy Malaysia yang merupakan penyelenggara kegiatan, Masniza Mustaffa, mengatakan "Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ibu-ibu peserta yang nantinya berperan sebagai kader di tengah masyarakat.
“Kami sangat berharap para ibu-ibu sebagai peserta sekaligus kader yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat dapat menerapkan apa yang telah dipelajari dalam kegiatan ini ketika berada di lapangan", tutur Masniza.
Menurutnya, keberadaan kader di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, mengenali tanda-tanda bahaya, serta membantu masyarakat memperoleh informasi dan dukungan yang tepat ketika menghadapi persoalan terkait perempuan dan anak.
"Melalui kegiatan tersebut, Mercy Malaysia berharap para kader PEKKA tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pertolongan pertama psikologis dan tanda-tanda bahaya, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan serta perlindungan perempuan dan anak di lingkungan masing-masing", ujarnya. (Ls)


Social Header