Global-hukumindonesia.id, Aceh Tamiang - Kegiatan Penguatan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) sebagai kader perlindungan perempuan dan anak sekaligus pelatihan Pertolongan Pertama Psikologis (P3) dan pengenalan alarm bahaya bagi ibu-ibu anggota PEKKA di Kabupaten Aceh Tamiang resmi ditutup, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Mercy Malaysia tersebut berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, bertempat di Best Kopi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan diikuti sebanyak 30 peserta yang merupakan anggota PEKKA dari 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Penutupan kegiatan dihadiri Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., didampingi Asisten I Setdakab Aceh Tamiang dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang. Turut hadir Dr. Abdul Rahman Bin Ahmad Badaya'i, Spesialis Kesehatan Mental dari Mercy Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., secara simbolis menerima bantuan alat kesehatan dan diserahkan kepada Puskesmas Kecamatan Rantau dan Puskesmas Kecamatan Sekrak, serta pemberian cendra mata. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Mercy Malaysia terhadap upaya pemulihan dan penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dr. Abdul Rahman Bin Ahmad Badaya'i dalam sambutannya menyampaikan "Pentingnya penguatan kapasitas masyarakat, khususnya para Perempuan Kepala Keluarga, dalam memberikan dukungan awal kepada masyarakat yang menghadapi situasi sulit.
Menurutnya, pengetahuan mengenai kesehatan mental dan Pertolongan Pertama Psikologis menjadi salah satu bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi pascabencana maupun situasi krisis", ujarnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., menyampaikan "Apresiasi kepada Mercy Malaysia yang telah memberikan dukungan bagi masyarakat Aceh Tamiang. Atas nama Pemerintah Aceh Tamiang, mengucapkan terimakasih kepada Mercy Malaysia yang telah membantu kami. Hari ini kita akan menerima bantuan alat kesehatan untuk Puskesmas Rantau dan Sekrak, sekaligus menutup penyelenggaraan Program Lokakarya Kesehatan Mental di Kabupaten Aceh Tamiang", ujar Armia Pahmi.
Bupati mengatakan, pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Mercy Malaysia yang tetap hadir bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam misi kemanusiaan. Selain membantu prasarana fisik berupa alat kesehatan, juga digelar program lokakarya kesehatan mental bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA)", katanya.
Menurut Armia, program tersebut sangat positif dan bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental.
"Melalui lokakarya kesehatan mental ini, saya berharap para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan guna memberikan dukungan awal yang tepat, manusiawi dan penuh empati kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit", ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga berpesan kepada para kepala puskesmas penerima bantuan agar menjaga dan memanfaatkan bantuan alat kesehatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Saya berpesan agar alat ini dijaga dengan baik serta dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan pelayanan bagi warga atau pasien", kata Armia.
Kegiatan selama dua hari tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas anggota PEKKA dalam memahami isu perlindungan perempuan dan anak, kesehatan mental, Pertolongan Pertama Psikologis, serta langkah-langkah awal dalam menghadapi kondisi darurat dan situasi yang berpotensi membahayakan masyarakat. (Ls)


Social Header