Global-hukumindonesia.id, Bogor Pemerintah Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mulai mematangkan pemanfaatan Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026. Sosialisasi kepada masyarakat digelar Jumat (25/9/2026), dengan sejumlah program yang diarahkan untuk memperkuat akses, ekonomi, hingga pelayanan pemerintahan desa,Rabu 30 September 2026.
Bankeu 2026 tersebut diproyeksikan menyasar tiga program utama, yakni pembangunan dan pengerasan jalan desa, pengembangan kawasan Dayeuh Pajajaran, serta rehabilitasi kantor desa.
Salah satu yang paling dinantikan masyarakat adalah rencana pembangunan jalan penghubung di wilayah RW 05. Ruas jalan tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 300–350 meter dengan lebar 4 meter dan diharapkan dapat membuka akses yang lebih mudah menuju Desa Citapen.
Kepala Desa Banjarwangi, Supratno Prasetyo, atau yang akrab disapa Kang Pras, mengatakan pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan warga.
“Ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat supaya secepatnya terealisasi. Manfaatnya banyak sekali untuk masyarakat, salah satunya untuk kebutuhan pertanian, ekonomi dan pendidikan serta akses penghubung ke Desa Citapen", ujar Kang Pras.
Menurutnya, keberadaan akses jalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga. Jalan penghubung juga diharapkan dapat mendukung aktivitas pertanian, kegiatan ekonomi masyarakat, serta akses pendidikan.
Dayeuh Pajajaran Diproyeksikan Jadi Kampung Wisata
Selain pembangunan infrastruktur, Pemdes Banjarwangi juga mendorong pengembangan Dayeuh Pajajaran sebagai kawasan yang diarahkan menjadi kampung desa wisata.
Konsep tersebut tidak hanya mengandalkan potensi kawasan, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Salah satu perhatian yang disiapkan adalah persoalan sampah melalui kegiatan pemilahan dan pengolahan.
Dalam rencana tersebut, unsur masyarakat bersama Pramuka akan dilibatkan dalam pengelolaan sampah. Sampah akan dipilah untuk mengetahui jenis yang masih memiliki nilai ekonomi, termasuk sampah plastik yang direncanakan dapat diolah melalui proses penggilingan.
Kang Pras menilai pengelolaan sampah perlu diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan membuang sampah, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kalau sampah tidak ada nilai ekonomi, akhirnya setiap hari dan tahun ke tahun tidak ada perubahan. Mereka hanya berpikir bagaimana sampah itu dibuang", jelasnya.
Kantor Desa Direhabilitasi, Program Satu Sarjana Disiapkan
Pemanfaatan Bankeu 2026 juga mencakup rehabilitasi kantor desa. Program tersebut menjadi bagian dari upaya penataan fasilitas pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Di sisi lain, Pemdes Banjarwangi tengah menyiapkan program “Satu Sarjana Desa”. Program tersebut disebut telah mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Dengan sejumlah agenda tersebut, Bankeu 2026 di Banjarwangi diarahkan tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga membuka ruang pengembangan ekonomi, wisata, lingkungan, pendidikan, dan pelayanan publik.
Pemerintah desa berharap seluruh program dapat direalisasikan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Banjarwangi. (Deddy Martin)


Social Header