Global-hukumindonesia.id, Cianjur — Kesenian tradisional ibing pencak silat kembali digelar di Kampung Sungareun RT 02/RW 06, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan seni budaya Sunda kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut menghadirkan kolaborasi antara Perguruan Pencak Silat Putra Domas dan Sawargi. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perbedaan perguruan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam menjaga warisan budaya, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar-pesilat serta masyarakat.
Ibing silat yang ditampilkan tidak hanya memperlihatkan keindahan gerakan dan ketangkasan para pesilat, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang melekat dalam pencak silat, seperti kedisiplinan, keberanian, etika, penghormatan, serta rasa tanggung jawab.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, keberadaan kesenian tradisional menghadapi tantangan dalam proses regenerasi. Karena itu, kegiatan seperti ini dinilai penting sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mempelajari seni pencak silat secara langsung.
Kolaborasi Perguruan Putra Domas dan Sawargi diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mempertahankan eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya Sunda.
Masyarakat pun berharap kegiatan ibing silat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebab, pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan peninggalan masa lalu, tetapi juga memastikan agar generasi berikutnya masih dapat mengenal, mencintai, dan meneruskan warisan tersebut.
Melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan, Putra Domas dan Sawargi menunjukkan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga bagian dari identitas, budaya, dan persaudaraan masyarakat Sunda. (redaksimghijabar@gmail.com/Agus Heri Mulakir)


Social Header