Global-hukumindonesia.id, Sukabumi - Musibah kebakaran yang menimpa warga Kampung Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP) DPC Kabupaten Sukabumi.
Tak ingin kepedulian berhenti sebatas ucapan, jajaran BBRP turun langsung ke lokasi pada Sabtu (1/8/2026).
Melalui kegiatan sosial BBRP Peduli Bencana Kebakaran Cisolok.
Kehadiran BBRP di tengah warga menjadi pesan bahwa korban bencana membutuhkan lebih dari sekadar simpati. Dukungan moral, solidaritas, serta kepedulian nyata menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa sulit setelah musibah.
Kegiatan tersebut dipimpin dan dikoordinasikan Ketua DPC BBRP Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Panitia, H. Ade Baharudin alias Abah Belo.
Abah Belo menilai, kebakaran yang menimpa masyarakat bukan persoalan sederhana. Kerugian akibat bencana dapat berdampak panjang terhadap kehidupan korban, sehingga perhatian dari berbagai unsur masyarakat sangat dibutuhkan.
“Ini bagian dari kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. BBRP hadir bukan hanya ketika suasana baik-baik saja, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan", ujar Abah Belo,kepada wartawan Global Hukum Indonesia, Selasa (04/08/2026).
Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan harus memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. Karena itu, semangat BBRP Kasih diharapkan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan terus diwujudkan melalui kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai warga yang sedang tertimpa musibah merasa berjalan sendirian", tegasnya.
Kegiatan di Ciptamulya juga menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan berbagai komunitas perlu membangun kolaborasi agar warga terdampak dapat kembali bangkit.
Bagi BBRP DPC Kabupaten Sukabumi, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi. Kehadiran di lapangan menjadi bentuk nyata bahwa solidaritas harus diwujudkan saat masyarakat benar-benar membutuhkan.
Kini, warga Ciptamulya dihadapkan pada proses pemulihan setelah musibah. Di tengah kondisi tersebut, dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak diharapkan menjadi energi tambahan bagi warga untuk kembali menata kehidupan. Sebab ketika musibah datang, yang paling dibutuhkan bukan hanya kata “peduli”, tetapi siapa yang benar-benar bersedia hadir dan bergerak. (Dedy/Boim)


Social Header