Breaking News

Astamaops Kapolri Tinjau Operasi Damai Cartenz 2026 di Papua, Tekankan Kesehatan Personil dan Pendekatan Humanis

Global-hukumindonesia.id, Jayapura - Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah operasi di Tanah Papua bersama jajaran Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan operasi di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri didampingi Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis, S.I.K., M.H., Penata Kebijakan Kapolri Utama TK II Stamaops Polri Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto, S.I.K., Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., Danpas Brimob III Brigjen Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, S.I.K., M.Han., Kabagrenops Robinops Stamaops Polri Kombes Pol. Karsiman, S.I.K., M.M., serta para pejabat utama Operasi Damai Cartenz-2026.

Kunjungan kerja dilakukan untuk melihat langsung perkembangan situasi keamanan, meninjau kesiapan personel, serta memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal dalam mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan di Papua.

Selama kegiatan, Astamaops Kapolri menerima paparan dari jajaran Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole mengenai perkembangan situasi kamtibmas, langkah-langkah penanganan gangguan keamanan, evaluasi pelaksanaan operasi, hingga program pembinaan masyarakat yang telah dijalankan di wilayah operasi.

Selain melakukan evaluasi, Astamaops Kapolri juga berdialog dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta warga setempat guna memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi sosial kemasyarakatan di Papua. Menurutnya, komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

"Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Papua memiliki karakteristik dan kearifan lokal yang sangat kuat sehingga pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap budaya, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat", ujar Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, Selasa (15/7/2026).

Dalam arahannya, Astamaops Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan di Papua tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel dan keberhasilan pelaksanaan tugas operasi, tetapi juga kemampuan menjaga kondisi kesehatan personel yang bertugas di lapangan.

Ia memberikan perhatian khusus terhadap ancaman malaria yang masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi personel di sejumlah wilayah operasi. Seluruh komandan sektor diminta memastikan langkah-langkah pencegahan berjalan optimal, mulai dari disiplin mengonsumsi obat pencegahan malaria, penggunaan kelambu dan alat pelindung diri, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Ancaman terbesar di wilayah operasi bukan hanya gangguan keamanan, tetapi juga penyakit malaria. Saya minta seluruh personel disiplin menjaga kesehatan, mematuhi langkah-langkah pencegahan, dan para komandan agar melakukan pengawasan secara melekat. Jangan sampai personel menjadi korban karena lalai menjaga kondisi kesehatannya", tegasnya.

Menurut Fadil Imran, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari tercapainya sasaran penugasan, tetapi juga dari kemampuan seluruh personel menyelesaikan tugas dalam kondisi sehat dan selamat.

Selain itu, Astamaops Kapolri menginstruksikan agar seluruh pos operasi terus diperkuat dari aspek perlindungan personel (force protection), dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta fungsi komando dan pengendalian. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi dengan TNI dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Astamaops Kapolri turut menyampaikan apresiasi Kapolri kepada seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam menjaga keamanan di Papua. Ia berharap profesionalisme, soliditas, dan sinergi antarpersonel terus dipertahankan sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan efektif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sementara itu, Kaops Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan kunjungan Astamaops Kapolri menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

"Kunjungan Astamaops Kapolri menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Arahan terkait pendekatan humanis, penguatan sinergi, serta perhatian terhadap kesehatan personel, khususnya pencegahan malaria, akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Amole akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif, preemtif, pendekatan humanis, serta penegakan hukum secara profesional dan terukur guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua," ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis kearifan lokal akan terus menjadi strategi utama dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga kesiapan personel agar pelaksanaan operasi dapat berlangsung secara optimal.

Melalui kunjungan tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui pendekatan yang profesional, humanis, dan berkelanjutan. Di sisi lain, perhatian terhadap perlindungan kesehatan personel, khususnya pengendalian malaria, terus menjadi prioritas sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapan dan keselamatan personel selama menjalankan tugas di wilayah operasi. Berita dihimpun Humas Polres Aceh Tamiang. (Ls)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA