Breaking News

Banyu Tantra Lemah Kabuyutan Cimande Akan Diserahkan kepada Bupati Bogor Pada HJB ke-544, Simbol Doa dan Spirit Budaya Sunda

Global-hukumindonesia.id, Bogor-  Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tidak hanya menjadi ajang perayaan seremonial, tetapi juga menjadi ruang pelestarian nilai-nilai budaya dan sejarah yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Dalam rangkaian Heleran Budaya yang akan digelar pada 28 Juni 2026 mendatang, tanah dan air suci atau Banyu Tantra Lemah Kabuyutan yang diambil langsung dari kawasan adat Cimande, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, dijadwalkan akan diserahkan kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Prosesi tersebut menjadi bagian penting dari tema besar HJB tahun ini, yakni “Mapag Pajajaran Anyar”, sebuah spirit budaya yang mengajak masyarakat menyongsong masa depan tanpa melupakan akar sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi identitas Kabupaten Bogor.

Ketua Padepokan Seni Simha Tantra Gede Nitis, Pahrudin yang akrab disapa Pak RT Uplek, menjelaskan bahwa pengambilan Banyu Tantra Lemah Kabuyutan dilakukan melalui prosesi khusus dengan melibatkan unsur kasepuhan adat Cimande sebagai penjaga nilai-nilai leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, tanah dan air yang akan diserahkan kepada kepala daerah tersebut bukan sekadar simbol budaya, melainkan representasi harapan, doa, penghormatan terhadap alam, serta penghargaan atas perjalanan panjang sejarah Bogor yang memiliki keterkaitan erat dengan peradaban Sunda.

"Tanah melambangkan kehidupan, kesejahteraan, serta pijakan masyarakat dalam membangun daerah. Sementara air merupakan sumber kehidupan, kesucian, dan keberlangsungan. Karena itu prosesi ini memiliki makna yang sangat mendalam, bukan sekadar seremoni", ujar Pahrudin, Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan bahwa semangat Mapag Pajajaran Anyar merupakan ajakan untuk membangun Kabupaten Bogor yang maju tanpa kehilangan jati diri budaya.

Menurutnya, budaya harus ditempatkan sebagai fondasi karakter daerah, bukan hanya menjadi pelengkap dalam setiap perayaan tahunan.

"Kita ingin generasi muda memahami bahwa Bogor memiliki sejarah besar dan warisan budaya yang sangat kaya. Modernisasi penting, tetapi jangan sampai membuat masyarakat tercerabut dari akar budayanya sendiri", tegasnya.

Pahrudin menilai penyerahan Banyu Tantra Lemah Kabuyutan kepada Bupati Bogor juga mengandung pesan persatuan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta merawat nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Bogor ke-544, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal sejarah, adat istiadat, dan kearifan lokal yang hidup di Kabupaten Bogor.

Rangkaian Heleran Budaya nantinya diperkirakan akan menghadirkan berbagai unsur kesenian tradisional dari sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Mulai dari arak-arakan budaya, pertunjukan seni tradisional, hingga simbol-simbol adat yang menggambarkan perjalanan sejarah Bogor dari masa ke masa.

Melalui momentum tersebut, para pelaku budaya berharap peringatan Hari Jadi Bogor tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi penguat identitas daerah sekaligus pengingat bahwa kemajuan pembangunan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.

"Kami berharap budaya Sunda dan nilai-nilai leluhur tetap hidup di tengah masyarakat serta menjadi kekuatan moral dalam membangun Kabupaten Bogor yang lebih baik di masa mendatang", pungkasnya. (Deddy Martin)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA