Global Hukum Indonesia, Lombok Utara - Prosesi Pengambilan Air Suci Waisak 2570 BE di Sumur Kerujuq, Dusun Tebango Wet Jiliman Ireng, Desa Pemenang Timur, Kabupaten Lombok Utara berlangsung khidmat dan sakral. (17/5/2026).
Menurut Narasumber kegiatan, Endi Tarwadi, mengatakan prosesi ini menjadi momentum penting untuk merawat persaudaraan masyarakat adat.
Sumur Kerujuq bukan sekadar mata air biasa. Di sinilah nilai asah, asih, asuh, hidup dan tumbuh bersama masyarakat, menyatu dalam setiap doa dan setiap tetes air, ujarnya.
Endi Tarwadi menjelaskan, pada Waisak tahun ini Sumur Bali sebagai Sumur Utama Hakekat Air Suci Tuhan disatukan di pusat Sumur Kerujuq.
Penyatuan air suci ini mengandung makna bahwa meskipun berasal dari sumber yang berbeda, pada akhirnya seluruh jiwa akan kembali bersatu dalam kedamaian dan penghormatan terhadap leluhur serta alam, terangnya.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Padesanayaka NTB Bhante Upasilo Thera, para Pemangku Adat, Keliang Banjar Lumendung Sari, Banjar Taruna Karya Bersatu, Waka Polsek Pemenang, Kepala Dusun Tebango, tokoh adat, tokoh pemuda, muda-mudi banjar, dan masyarakat.
Endi Tarwadi menambahkan, kebersamaan warga yang hadir tanpa memandang perbedaan menjadi hal paling menggetarkan hati.
"Yang paling menggetarkan bukan hanya ritualnya, tetapi kebersamaan masyarakat. Tua dan muda duduk bersanding, saling membantu dan menghormati. Ini harapan kami agar tradisi luhur tetap hidup hingga anak cucu", ucapnya.
Ia menutup dengan pesan bahwa persatuan tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari ketulusan hati untuk saling menjaga.
Air suci yang diambil bersama menjadi lambang bahwa kehidupan akan tetap mengalir indah apabila manusia hidup dalam persaudaraan, menjaga alam, dan merawat warisan leluhur, tutupnya. (endi/ms)


Social Header