Global-hukumindonesia.id, Aceh Tamiang - Pasca bencana banjir bandang yang memporak-porandakan wilayah Aceh Tamiang, baik fasilitas umum maupun sarana dan prasarana mengalami kerusakan cukup parah. Dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana, sesuai arahan Presiden melalui TNI, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda akhirnya rampung dilaksanakan.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25 Siwah Lhoksukon, Yon TP 853 Pedawa Idi Aceh Timur, serta Partical Rescue Indonesia.
Prosesi peresmian dan peusijuek (tepung tawar) Jembatan Gantung Perintis Garuda dengan panjang bentangan 280 meter dan lebar 1,2 meter berlangsung khidmat, yang dihadiri Bupati Aceh Tamiang bersama Dandim 0117/Aceh Tamiang.
Sementara itu, Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., menyampaikan "Pasca bencana banjir bandang pada Noveber 26 tahun 2025 lalu yang luar biasa sehingga akses dari Desa ke Desa terputus. Sesuai perintah Presiden Republik Indonesia kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk membangun jembatan gantung perintis garuda. Jembatan ini rampung dengan waktu kurang lebih tiga bulan.
"Apresiasi atas terwujudnya pembangunan jembatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik", terang Dandim Letkol Subhi.
Diwaktu yang berbeda, Usai prosesi peusijuek, Bupati Aceh Tamiang didampingi Dandim 0117/Aceh Tamiang, Kapolsek, dan Camat Sekerak melakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi digunakannya jembatan tersebut.
Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., menyebutkan "Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan serta memperlancar akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya sebagai penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kemajuan masyarakat. Dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta menjadi penghubung dua desa, yakni Desa Sekerak kiri dan Desa Bandar Mahligai Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sebanyak 893 kepala keluarga (KK)", terang Bupati. Jum'at (8/5/2026).
Usainya kegiatan, Camat Sekerak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya TNI Angkatan Darat dan masyarakat yang telah mendukung proses pembangunan hingga selesai.
“Jembatan gantung ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat, meningkatkan perekonomian warga, serta mempererat hubungan antarwilayah", ujar Camat Tian yang akrap disafah. (Ls)


Social Header