Global-hukumindonesia.id, Sarolangun - Hadir di Harlah ke-12 Ponpes Nurul Jadid sekaligus Pengajian Akbar, Wisuda Khotmil Quran ke-26, Perpisahan atau Kelulusan Siswa-Siswi SMP, SMA dan MA Tahun Ajaran 2025-2026, Bupati Sarolangun H.Hurmin SE sebut kemajuan daerah diukur dari kualitas moral dan akhlak generasi muda.
Kegiatan yang sarat nilai keagamaan ini tersebut, dihadiri para Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid serta pimpinan ponpes lainnya di wilayah tersebut, Kasat Binmas Polres Sarolangun, Kapolsek Singkut, Penjabat (Plh) Camat Singkut, Kepala Desa Pasar Singkut, para wali santri, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya dari berbagai kalangan.
Acara ini dihadiri oleh total 216 siswa-siswi yang terdiri dari jenjang SMP, SMA dan MA, bersama para pendidik dan seluruh keluarga besar pesantren. Dalam sambutannya, Bupati Sarolangun menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang setinggi-tingginya atas keberhasilan dan perkembangan pesantren yang kini genap berusia 12 tahun, serta telah berdiri kokoh menjadi benteng pendidikan Islam dan pembinaan akhlak di daerah ini.
"Alhamdulillah, atas izin Allah SWT kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam keadaan sehat walafiat dan nikmat kesempatan. Hari ini kita merayakan momen bersejarah Wisuda Khotmil Quran ke-26, kelulusan putra-putri kita dan Harlah ke-12 Pondok Pesantren Nurul Jadid. perjalanan panjang ini tentu bukanlah hal yang mudah. dibalik keberhasilan dan perkembangan pesantren hingga hari ini terdapat perjuangan, pengorbanan, kesabaran, serta doa yang tak terputus dari para pendiri, pengasuh, ustadz, ustadzah, dan seluruh elemen pesantren yang dengan ikhlas membina generasi muda menjadi pribadi berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah", jelasnya.
"Semoga keberkahan Alquran senantiasa menyertai kalian. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya hendaknya menjadi pegangan hidup kalian. Generasi yang dekat dengan Alquran adalah generasi yang memiliki kekuatan iman, ketenangan hati, dan akhlak yang mulia dalam menghadapi segala tantangan masa depan", ujarnya.
"Selamat atas keberhasilan kalian menyelesaikan pendidikan di jenjang masing-masing. Ingatlah, kelulusan ini adalah gerbang baru. Teruslah belajar di mana pun berada, tingkatkan kemampuan, jaga akhlak dan sopan santun, serta tetap hormati kedua orang tua dan para guru yang telah berjasa mendidik kalian. Jadilah generasi yang mampu membawa manfaat bagi agama, masyarakat, nusa dan bangsa", ungkapnya.
Dalam amanatnya yang menyentuh hati, Bupati juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era digital saat ini. Ia mengakui bahwa kemajuan teknologi dan media sosial membawa banyak kemudahan, namun di sisi lain juga menghadirkan pengaruh negatif yang mengancam moral, seperti maraknya judi online, pergaulan bebas, penyebaran berita bohong, hingga ujaran kebencian.
"Anak-anakku sekalian, jadilah generasi yang cerdas secara digital namun tetap kokoh memegang teguh akhlak dan adab. Gunakanlah media sosial dan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berdakwah, dan menyebarkan hal-hal positif yang bermanfaat. Jangan sampai kemajuan zaman justru menjauhkan kita dari nilai-nilai agama dan budaya luhur yang telah diajarkan oleh orang tua dan guru kita", urainya.
Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk terus mendukung keberadaan dan kemajuan pondok pesantren sebagai pilar penting pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
"Kami meyakini bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari tinggi rendahnya pembangunan fisik atau infrastruktur semata, tetapi yang terpenting adalah dari kualitas moral, akhlak, dan kepribadian generasi mudanya. Sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat harus terus kita jalin dan pererat demi kejayaan Kabupaten Sarolangun yang kita cintai ini", tutup Bupati Sarolangun. (Anw)


Social Header