Breaking News

"𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙄𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙆𝙖𝙗𝙪𝙧, 𝙆𝙖𝙗𝙪𝙧 𝙎𝙖𝙟𝙖 𝙆𝙚 𝙔𝙖𝙢𝙖𝙣", 𝐘𝐚, 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐨𝐰𝐨 "𝐤𝐞 𝐘𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐣𝐚"


Global-hukumindonesia.id, Jakarta - 𝘕𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘭𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘕𝘢𝘣𝘪.
𝘈𝘮𝘳 𝘣𝘪𝘯 𝘠𝘢𝘴𝘪𝘳, 𝘈𝘣𝘶 𝘋𝘻𝘢𝘳 𝘈𝘭-𝘎𝘩𝘪𝘧𝘢𝘳𝘪, 𝘔𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘈𝘭-𝘈𝘴𝘺𝘵𝘢𝘳, 𝘜𝘸𝘢𝘪𝘴 𝘈𝘭-𝘘𝘰𝘳𝘯𝘪, 𝘒𝘶𝘮𝘢𝘪𝘭 𝘣𝘪𝘯 𝘡𝘪𝘺𝘢𝘥... 𝘋𝘪 𝘗𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘒𝘢𝘳𝘣𝘢𝘭𝘢, 𝘥𝘢𝘳𝘪 54 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘭𝘢 𝘐𝘮𝘢𝘮 𝘏𝘶𝘴𝘦𝘪𝘯, 34 𝘥𝘢𝘳𝘪 54 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘠𝘢𝘮𝘢𝘯. 𝘋𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘠𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘳² 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘈𝘯𝘴𝘩𝘢𝘳𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘈𝘭-𝘏𝘰𝘶𝘵𝘩𝘪 

𝙆𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙋𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙈𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙧𝙪𝙠𝙖𝙣
𝐏𝐄𝐑𝐉𝐔𝐌𝐏𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐌𝐀𝐌 𝐀𝐋𝐈 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐔𝐖𝐀𝐈𝐒 𝐀𝐋-𝐐𝐀𝐑𝐍𝐈

Dicuplik dari kitab "𝑴𝙖𝒏𝙖𝒒𝙞𝒃 𝑨𝙢𝒊𝙧𝒖𝙡 𝙈𝒖𝙠𝒎𝙞𝒏𝙞𝒏" Kisah ini dituturkan oleh Ibnu Abas :

"Suatu hari sebelum meletusnya perang Shiffin, Imam Ali mengajak kami pergi keluar kota Kufah ke suatu tempat bernama "Dzi Qor" beliau berkata : 

"akan datang bergabung bersama kalian dari beberapa kabilah, jumlah mereka 1000 orang laki-laki, tidak kurang dan tidak lebih, mereka akan mengucapkan baiat janji setia kepadaku sampai mati"

Ibnu Abbas melanjutkan penuturannya

"Kami sangat gelisah dan khawatir dengan ucapan ini, kalau-kalau jumlah yang beliau sebutkan tidak pas entah kurang entah lebih, hal ini bisa mengurangi wibawanya.

Sampai kaum yang dinanti-nanti baiatnya itupun tiba dan setelah kami hitung berkali-kali jumlah mereka semua ada 999 orang atau 1000 kurang 1 dan sudah tidak ada lagi tanda-tanda kedatangan orang lain.

Innalilahi... apa yang kami khawatirkan benar-benar terjadi jumlah mereka tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Amirul Mukminin.

Ketika aku masih berfikir tentang jumlah mereka yang ternyata masih kurang dari apa yang dikatakannya, tiba-tiba nampak dari kejauhan seorang laki-laki tergopoh-gopoh datang seorang diri menenteng sebilah pedang dan perisai. Laki-laki itu segera mendekat dan menyatakan ikut bergabung sehingga genaplah jumlahnya menjadi 1000. 

Dihadapan Amirul Mukminin laki-laki terakhir yang baru saja tiba itu berkata :

"Ulurkan tangan anda wahai Amirul Mukminin, aku ingin berbaiat menyerahkan kematianku pada anda"

Amirul Mukminin bertanya :
"Atas dasar apa anda sehingga anda ingin berbaiat kepadaku?"

"Atas dasar, aku dengar dan aku taati, berperang disisi anda sampai aku mati atau sampai Alloh memberikan kemenangan buat anda" jawab lelaki itu

Amirul Mukminin bertanya kembali :

"Siapa nama mu?"

"Uwais." jawabnya

"Uwais al-Qarni...?" tanya Amirul Mukminin penasaran

"Iya" jawab lelaki itu kembali

Mendengar jawaban bahwa orang yang berada dihadapannya benar-benar Uwais al-Qarni, Imam Ali terkesima cukup lama, kemudian beliau berkata,

"Subhanalloh... Allahu Akbar Allahu Akbar, kekasihku Rosulullah SAW pernah memberitahukan kepadaku bahwa aku akan bertemu dengan salah seorang dari umatnya yang dikenal dengan sebutan Uwais al-Qarni, dia termasuk salah seorang golongan Alloh dan Rosulullah, dia memperoleh kesyahidan dan masuk kedalam syafaatnya seperti Bani Robi'ah dan Mudlor"

Sulit dibayangkan dan hampir tidak masuk akal, Mengapa Uwais al-Qarni seorang diri rela bersusah payah, menanggung segala beban derita, menempuh perjalanan jauh lebih dari 1500 km dari Yaman ke Irak, mengarungi teriknya panas matahari, melintasi ganasnya gurun pasir Jauf dan Shabwah, hanya untuk bergabung dengan pasukan guna membela seorang Ali bin Abi Thalib di medan laga perang Shiffin melawan Muawiyah 

Inilah kisah yang melatar belakanginya...

Imam Ali lah orang yang telah membuat penduduk Yaman terpesona dan berbondong-bondong masuk Islam
bukan lewat penaklukan dengan kekerasan seperti anjuran Khalid bin Walid, 
melainkan mereka terpikat kepada Islam lewat ketulusan cinta, keagungan akhlaq dan keluhuran budi pekerti Imam Ali

Yaman telah jatuh cinta dan terpesona pada Islam sejak pandangan pertama mereka tertuju pada sosok dan karakter agung seorang pendekar Adi luhung ini.
Sosok Panglima perang Islam tak terkalahkan, ksatria gagah perkasa yg namanya menggoncang jagat persilatan di seantero Jazirah Arab. 

Penduduk Yaman menyaksikan di depan mata kepala mereka sendiri keanggunan perangai Iman Ali, wajah yang selalu mengembang ceria, senyum santun menebar kemana-mana, sorot sinar mata teduh penuh kedamaian, rasa hormat yang tinggi dan kasih sayang tak terkira, semua dirasakan rakyat Yaman memancar dari jiwa Ali. 
Getaran cinta ini, sungguh betapa Ali adalah belahan jiwa Rosululloh SAW yang diutus buat penduduk negeri Yaman

Sebuah ikatan cinta sejati antara Ali dan Yaman adalah janji suci berapapun tingginya harga pengorban, semuanya terasa indah dan murah buat sang kekasih tercinta

▪️Siapa orang pertama yang memeluk ajaran Muhammad bagai menggenggam bara api hingga ajal kesyahidan menjemputnya demi mempertahankan sejumput iman? 
dia adalah budak dari Yaman, sepasang suami istri, Yasir dan Sumaiyyah.
Yaman telah mempersembahkan KESYAHIDAN pertama dalam Islam

Di hadapan jasad seorang budak perempuan Yaman itu, Sumayyah yang gugur disiksa sang majikan, Nabi SAW menangis tersedu, suara rintihan pilu keluar dari mulut Nabi merobek Arasy,
"Sabar... sabarlah duhai keluarga Sumayyah, hanya Surga lah tempat kembali anda yang paling pantas"

Inilah Yasir dan Sumayyah orang pertama yang dijamin masuk Surga oleh Nabi, sepasang suami-istri, dua sejoli sepasang kekasih, keduanya adalah budak dan mereka adalah orang Yaman

▪️Siapa yang berani melabrak ketidak adilan Gubernur Syam Muawiyah dan Nepotisme Khalifah Utsman hingga Syahid di tempat pembuangannya? 
Yaman telah mempersembahkan Abu Dzar al-Ghifari yg gugur di tempat paling terpencil dan menyeramkan padang tandus Rabadzah karena dibuang oleh Khalifah Usman

▪️Siapa panglima perang yang malang melintang membela Imam Ali pada perang Jamal, Shiffin dan Nahrowan? 
Yaman mempersembahkan Malik al-Asytar

▪️Siapa yang bersimbah darah menjemput kesyahidan bahkan di usia lanjutnya demi membela Imam Ali pada perang Shiffin? 
Yaman mempersembahkan Ammar bin Yasir dan Uwais al-Qorni

▪️Siapa yang lebih memilih mati disiksa algojo Muawiyah daripada harus menodai lidahnya dg melaknat Imam Ali? 
Yaman mempersembahkan Hujr bin Adi

▪️Di padang Karbala, di padang tandus dan gersang, tatkala semua Arab lari tunggang langgang meninggalkan Imam Husein, Siapa yang bersedia menjadi penolong Imam Husein di saat genting seperti ini? tak lebih hanya 54 orang sahabat yang bersedia membela Imam Husein dan 34 dari 54 itu adalah orang-orang dari Yaman. (*)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA