Global-hukumindonesia.id, Sungailiat - Bangka - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agam Dliya Ul-Haq, menggelar reses di Kantor Lurah Parit Padang. Dalam pertemuan itu, ia menampung langsung berbagai aspirasi warga terkait kebutuhan dasar, infrastruktur, pendidikan, hingga bantuan sosial.
Agam mengapresiasi peran aktif Lurah Parit Padang, Fahmi, yang dinilainya responsif dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat.
“Kalau reses, fungsinya kami mengambil aspirasi dari masyarakat. Nanti akan kami masukkan dalam pokok-pokok pikiran kami sebagai anggota DPRD provinsi", ujar Agam.
Ia menjelaskan, pada beberapa tahun lalu DPRD provinsi sempat terkendala kuota untuk merealisasikan permintaan masyarakat. Kini, dengan mekanisme yang lebih teratur, aspirasi yang dihimpun saat reses diharapkan bisa menjadi dasar pengajuan program.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari 8 dinas di lingkungan Pemprov Babel. Di antaranya PLT Kepala Cabang Dinas Pendidikan Babel Marta yang membidangi SMA/SMK, Kepala Bidang PUPR Juhari, perwakilan Dinas Kesehatan Ratu Zainab, Dinas Sosial Taufik, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Ernawati, serta perwakilan Biro Kesra Yasir Mustofa dan Muhammad Nasir Yusuf perwakilan Disnaker Babel.
*Aspirasi Warga Parit Padang*
Beberapa usulan disampaikan warga dalam reses tersebut:
1. Sarana Keagamaan dan Sosial Pengurus Masjid Parit Padang mengajukan bantuan karpet sekitar 40 meter, lahan perkuburan 2 hektare untuk parkir dan MCK, serta pembangunan talud dan gapura.
2. Pendidikan: Warga menyoroti masalah zonasi SMAN 1 agar anak-anak di wilayah Parit Padang bisa melanjutkan sekolah di sana.
3. Infrastruktur dan Lingkungan: Yuko menyampaikan keluhan soal data desil dan gangguan petir yang merusak akibat menara Telkom sehingga mengganggu alat elektronik warga, serta kondisi trotoar yang sudah tidak layak dan perlu segera diperbaiki.
4. Penerangan Jalan: Ketua RT menyampaikan masalah sering padamnya lampu jalan di Air Merapin.
Agam meminta pengurus masjid segera mengajukan proposal dan memastikan domisili sudah terdaftar agar proses bantuan lebih mudah.
*Bantuan Biro Kesra dan Pendidikan*
Dari Biro Kesra, Yasir Mustafa menyampaikan bahwa bantuan untuk orang sakit mencapai hampir Rp8 juta per orang melalui bansos kesehatan.
Untuk pendidikan, ada program kerja sama dengan UBB, IAIN, dan Polman Negeri Babel ada juga berupa program panggilan penceramah yang mencakup bantuan makan, minum, dan transportasi.
“Agam menegaskan Anggaran Biro Kesra jangan dipotong karena langsung berhubungan dengan umat", tegas Agam.
Ia menegaskan, kehadiran perwakilan dinas bertujuan agar aspirasi masyarakat bisa langsung ditindaklanjuti sesuai bidangnya.
“Dinas Sosial misalnya, Pak Taufik bisa menjelaskan terkait bantuan PKH dan bantuan terdaftar 1 sampai 10. Dinas Pertanian juga siap membantu jika ada persoalan di bidang ketahanan pangan", katanya.
Agam berharap hasil reses ini dapat dimaksimalkan agar kebutuhan masyarakat Parit Padang dapat terfasilitasi dengan baik ke depannya. (Ali Rachmansyah)


Social Header