Global-hukumindonesia.id, Palembang - Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menghadiri acara Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Banyuasin, yang digelar di Aula Griya Agung, Palembang, Kamis (09/04/2026). Kehadiran Pangdam II/Swj bersama jajaran Forkopimda Sumatera Selatan ini menegaskan dukungan penuh TNI terhadap percepatan proyek strategis nasional yang diprediksi akan menjadi urat nadi baru dalam hilir perekonomian di wilayah Sumatera Selatan.
Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu. Kehadiran para menteri kabinet ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mengintegrasikan potensi kekayaan alam Sumsel dengan infrastruktur logistik yang modern dan kompetitif.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menekankan bahwa Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi solusi atas kendala logistik yang selama ini dihadapi komoditas unggulan daerah seperti kopi dan sawit. Dan dengan adanya pelabuhan ini, alur ekspor tidak lagi bergantung pada pelabuhan di provinsi tetangga, sehingga efisiensi waktu dan biaya dapat ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat lokal.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Perhubungan juga turut menyampaikan bahwa dalam pembangunan pelabuhan ini ditargetkan selesai sebelum tahun 2029. Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sumatera Selatan melalui prinsip tepat waktu dan tepat sasaran, guna untuk memastikan dampak positifnya langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat. Aspek legalitas lahan juga menjadi perhatian utama, di mana Menteri ATR/BPN berkomitmen turut dalam memberikan dukungan penuh proses sertifikasi tanah agar investasi berjalan tanpa hambatan.
Kepala Staf Kepresidenan pun juga menambahkan bahwa Pelabuhan Tanjung Carat sudah saatnya hadir untuk menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru yang kini sudah mulai terbatas kapasitasnya dalam menampung volume perdagangan yang terus meningkat.
Kegiatan yang berlangsung ini diakhiri dengan prosesi penandatanganan proyek pembangunan dan foto bersama sebagai simbol sinergitas lintas sektoral. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman dan lancar, menandai babak baru dimulainya pembangunan infrastruktur vital yang akan membawa Sumsel menjadi pusat hilirisasi dan distribusi ekonomi yang nantinya diperhitungkan di kancah internasional. (Adel)


Social Header