Breaking News

Dari Warung Kopi ke Ruang Kelas, Cecep Maulana Akan Resmikan Yayasan Sumala Samudra Jaya dan SMK Bina Bahari di Lombok Utara

Global Hukum Indonesia - Lombok Utara, Perjalanan panjang itu kini berlabuh di Desa Anyar, Kecamatan Bayan. Makmur Santosa, yang akrab disapa Cecep Maulana, resmi akan mendirikan Yayasan Sumala Samudra Jaya (SSJ) sekaligus meresmikan SMK Bina Bahari Kabupaten Lombok Utara, sekolah pelayaran swasta pertama di wilayah utara NTB.

Kisahnya tak dimulai dari ruang ber-AC atau podium resmi. Belasan tahun lalu, Cecep hanyalah pemuda dengan jaket kulit dan secangkir kopi di warung pojok. Dari sana, ia masuk ke dunia aktivis kepemudaan, lalu masuk media Global Hukum Indonesia sebagai corong informasi independen di NTB.

Media itu pintu pertama. Dari situ saya belajar dengar keluhan masyarakat, sekaligus kenal aparat sampai pejabat, ujar Cecep saat ditemui di kantor yayasannya, Jl. Raya Tanjung-Bayan, Dusun Batu Menjangkong,  (14/4/2026).

Tak berhenti di media, Cecep kemudian membentuk event organizer EXTRA Motor Trail*dan komunitas Motor Trail MX dan IMI yang rutin menggelar terbatas motor trail di Lombok Utara. Event ini bukan sekadar hobi, tapi jadi wadah ribuan anak muda sekaligus pintu masuk sponsor dan kerja sama lintas sektor.

Kedekatan dengan aparat pun terbangun alami dari Polres, Bawaslu RI, Polda NTB, Mabes Polri, TNI hingga jajaran KPK, termasuk berapa Kementrian, Cecep tercatat beberapa kali duduk bersama pejabat daerah, Kapolda NTB, KPK, TNI, MK, Kejati, Kejari dan banyak lagi bahkan pernah beraudiensi dengan Wapres KH. Ma’ruf Amin membawa isu daerah. Puncaknya, lewat jalur KNPI, ia turut mendorong pengungkapan kasus dugaan mega-tender Bakti Kominfo Rp 20,7 Triliun ke publik.

Semua itu pelajaran. Tapi ujungnya saya mikir, anak-anak Lombok Utara harus punya pilihan masa depan yang jelas, bukan cuma nonton event atau baca berita, katanya.

Dari renungan itulah lahir Yayasan Sumala Samudra Jaya, yang dikelola bersama tokoh lokal Sunda-Bali-Sasak dan umat Muslim, Hindu, Budha : Makmur Santosa alias Cecep Maulana (pendiri) Anak Agung Made Jelantik, ABW, SH., (penasehat) Nengah Langkir (pengawas), Sudarsono Surya (ketua), Endi Tarwadi (sekretaris), dan I Nyoman Juliarda (bendahara). Nama “Sumala” diambil dari kearifan lokal penjaga laut Sasak, melambangkan harapan agar lulusan sekolah ini jadi penjaga maritim Indonesia.

Di bawah yayasan, berdiri SMK Bina Bahari Kabupaten Lombok Utara, dengan jurusan Nautika dan Teknika Kapal Niaga. Sekolah ini menyasar anak pesisir Lombok Utara, yang selama ini harus ke Mataram dan pelatihan nya ke Surabaya Jawa Timur untuk belajar pelayaran.

Pembina Yayasan, Makmur Santosa, menambahkan, “Ini bukan proyek. Ini investasi sosial. Saya mulai dari kopi di warung, sekarang waktunya ngopi bareng orang tua murid di ruang kelas", tutupnya.

Di tempat yang berbeda Ketua Yayasan mengatakan, kami nggak janji muluk. Tapi anak tamat sini minimal punya BST, bisa PKL di beberapa kapal penyeberangan, atau lanjut ke PIP. Daripada merantau tanpa sertifikat, tegas Sudarsono Surya, Ketua Yayasan Sumala Samudra Jaya.

Angkatan pertama dibuka tahun ajaran 2026/2027 dengan kuota 2 kelas. Pendaftaran diprioritaskan untuk anak nelayan dan keluarga kurang mampu dengan skema beasiswa parsial, tandasnya. (ms)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA