Global-hukumindonesia.id, Sarolangun - Seorang wartawan dari media siber "Suara Gemilang Nusantara.com" 'Yogi' diduga menjadi korban aksi penganiayaan yang terjadi di Desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. (Jum'at, 06/03/2026).
Akibat tindakan penganiayaan tersebut saat ini korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Prof. DR. H.M. Chatib Quzwain Sarolangun, selain mengalami luka fisik korban juga mengalami kerugian materi akibat peristiwa tersebut
Mendapati informasi dugaan terjadinya penganiayaan terhadap salah seorang jurnalis tersebut, awak media langsung mendatangi RSUD Prof. DR. H.M. Chatib Quzwain Sarolangun untuk memastikan kondisi korban serta mendapatkan keterangan lebih lanjut.
Pantauan awak media di lokasi rumah sakit, terlihat korban sedang menjalani perawatan intensif akibat luka yang diderita dari dugaan penganiayaan tersebut. Selain itu, diketahui bahwa saat kejadian pengeroyokan, Yogi juga mengalami kerugian materi berupa 1 unit HP Android, KTA Pers, serta uang kas sebesar lebih kurang Rp.1.000.000,- yang terdapat dalam aplikasi Dana di perangkatnya.
Istri korban, Riski Purnama Sari, saat ditemui di rumah sakit dan didampingi oleh ayah mertua korban, Marzuki, membenarkan kejadian yang menimpa suaminya beserta kerugian yang dialami. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Sarolangun sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Saya berharap pihak kepolisian dapat memberikan keadilan dan segera menangkap para pelaku", bebernya.
Hal senada juga disampaikan oleh Marzuki, selaku ayah dari Yogi. Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan.
“Karena ini penganiayaan terhadap anak saya, kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku", ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Sarolangun belum memberikan keterangan resmi terkait kronologis kejadian maupun identitas para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. (Anw)


Social Header