Global-hukumindonesia.id, Cianjur – Pelayanan ambulans Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, menuai sorotan tajam dari warga. Insiden yang terjadi di Kampung Tunagan ini memicu kekecewaan, setelah permintaan pengantaran pasien dalam kondisi darurat ke Bandung diduga tidak ditanggapi dengan serius.
Warga menyebut, saat kondisi pasien membutuhkan penanganan cepat, pihak ambulans desa justru memberikan alasan kemacetan sebagai penghambat untuk melakukan pengantaran. Sikap tersebut dinilai tidak mencerminkan kesiapsiagaan layanan kesehatan yang seharusnya mengutamakan keselamatan nyawa.
“Ini bukan soal macet atau tidak, ini soal nyawa. Harusnya dalam kondisi darurat, ambulans tetap jalan dengan prioritas", tegas salah satu warga yang geram dengan kejadian tersebut.
Pihak keluarga pasien pun turut menyayangkan kejadian tersebut. Mereka mengaku sangat kecewa atas respons yang dinilai lamban dan tidak berpihak pada kondisi darurat yang sedang dihadapi.
“Kami sangat kecewa, ini menyangkut keselamatan keluarga kami. Seharusnya bisa lebih cepat ditangani", ungkap salah satu anggota keluarga pasien.
Ironisnya, di saat ambulans Desa Wangunjaya dinilai lamban dan terkesan menghindar, ambulans dari Desa Cijedil, yang masih berada di wilayah Kecamatan Cugenang, justru menunjukkan respons cepat. Tanpa banyak alasan, ambulans Desa Cijedil langsung bergerak dan berhasil mengantar pasien ke Bandung untuk mendapatkan penanganan medis.
Perbandingan kontras ini mempertegas kekecewaan warga terhadap pelayanan di desanya sendiri. Mereka menilai ada kelalaian dan kurangnya rasa tanggung jawab dalam memberikan layanan publik, khususnya yang berkaitan langsung dengan kondisi darurat.
Warga mendesak pemerintah desa dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja layanan ambulans Desa Wangunjaya. Mereka juga meminta adanya penegasan standar operasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kalau dibiarkan, ini bisa membahayakan nyawa warga. Harus ada perbaikan serius", tambah warga lainnya.
Namun demikian, pihak pemerintah desa telah memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Wangunjaya menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman dalam komunikasi antara pihak warga dan pengelola ambulans.
“Bukan tidak mau membantu, ini lebih kepada miskomunikasi atau kesalahpahaman saja", ujarnya.
Meski telah ada penjelasan, warga berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius agar pelayanan ke depan lebih sigap, profesional, dan tidak menimbulkan polemik, terutama dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.
(redaksimghijabar@gmail.com/Agus Heri Mulakir)


Social Header