Global-hukumindonesia.id, Bangka - TNI AL terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan yurisdiksi di Indonesia dengan menggelar Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Anti Akses dan Anti Amfibi) di wilayah perairan Bangka Belitung yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bertempat di muara tengkorak, lingkungan nelayan I Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung pada Minggu (15/2/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kasal, Laksamana Dr. Muhammad Ali, Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjend TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., Koarmada I Laksamana Muda TNI Haris Bima Bayuseto, Koarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya, S.H., M.Si., bersama jajaran perwira utama TNI Angkatan Laut.
Kemudian, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr (HC) Hidayat Arsani, Danlanal Bangka Belitung, Kolonel Marinir Yulindo, S.E., M.M., Dirpolairud Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Rudi Saepul Hadi, S.I.K., bersama jajaran perwira Lanal Bangka Belitung.
Menurut penjelasan Kasal bahwa latihan ini merupakan bagian dari upaya strategis TNI AL dalam meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi berbagai potensi dari ancaman di laut.
“Dalam latihan ini kita melibatkan sembilan KRI, tujuh pesawat udara, serta 1443 orang personil gabungan unsur laut dan Marinir. Pada kesempatan ini saya didampingi oleh pak Gubernur Bangka Belitung, Dan satgas Trisakti melihat langsung latihan pada hari ini, kemudian Kodaera 3 yang membawahi wilayah Bangka Belitung, Koarmada I dan II serta Asisten Operasi maupun Panglima Korps Marinir", jelas KSAL.
Dikatakan Kasal, latihan Anti Akses dan Anti Amfibi adalah latihan strategis TNI AL difokuskan untuk menghalangi kekuatan musuh masuk ke wilayah perairan dan mencegah pendaratan pasukan musuh di pantai.
“Kegiatan latihan melibatkan unsur Kapal Perang diantaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, kemudian KRI Surik-645, KRI Semarang-594, KRI Pulau Fani-731", bebernya.
Selain itu, TNI AL juga mengerahkan Satgas Udara berupa Pesawat Patroli Maritim CN-
235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur, dua Helikopter Panther, Camcopter
Puspenerbal, Drone Kamikaze, Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir, serta satuan pendukung lainnya yang terintegrasi dalam skenario operasi.
“Latihan diwarnai dengan penembakan Meriam 76 MM dari KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Visit Board Search and Seizure (VBSS) oleh para prajurit KRI Brawijaya-320, serta MLRS Korps Marinir,
Juga menembakkan roketnya yang menjadi senjata utama dalam pertahanan pantai,
selanjutnya juga pasukan pendarat Korps Marinir diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan amfibi. Lebih lanjut, setelah menyaksikan demonstrasi kemampuan Alutsista TNI Angkatan Laut", pungkas KSAL. (Ali Rachmansyah)


Social Header