Global-hukumindonesia.id, Internasional - Israel menganut sistem pemerintahan parlementer, yaitu sistem yang memisahkan jabatan kepala negara dan kepala pemerintahan. Karena itu, Israel memiliki Presiden dan Perdana Menteri sekaligus. Presiden, yang saat ini dijabat oleh Isaac Herzog, berperan sebagai kepala negara yang bersifat simbolis dan seremonial. Tugasnya meliputi mewakili negara dalam acara resmi, menandatangani undang-undang, menunjuk calon Perdana Menteri setelah pemilu, serta memiliki kewenangan memberikan pengampunan. Presiden tidak menjalankan kebijakan harian, tetapi berfungsi menjaga stabilitas politik dan proses demokrasi.
Di sisi lain, Perdana Menteri adalah kepala pemerintahan dan pemegang kekuasaan eksekutif utama. Saat ini jabatan tersebut dipegang oleh Benjamin Netanyahu. Perdana Menteri memimpin kabinet, menentukan arah kebijakan ekonomi, keamanan, dan hubungan luar negeri, serta bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan. Dalam sistem ini, PM harus memiliki dukungan mayoritas parlemen (Knesset). Jika kehilangan dukungan, pemerintah bisa dijatuhkan melalui mosi tidak percaya.
Lalu siapa yang paling berkuasa? Dalam praktiknya, Perdana Menteri adalah tokoh yang paling berkuasa karena memegang kendali langsung atas pemerintahan dan kebijakan negara. Presiden memang memiliki kewenangan penting dalam proses politik, tetapi tidak mengendalikan keputusan eksekutif sehari-hari. Dengan demikian, meskipun Israel memiliki dua pemimpin negara, kekuasaan politik terbesar berada di tangan Perdana Menteri. (Fb Miltery news amazing)


Social Header