Global-hukumindonesia.id, Jawa Timur - Mari Kita Puasa Sampai ke Tingkat Tertinggi Bukan Hanya Menahan Rasa Lapar dan Haus, untuk mencapai tingkatan tertinggi adslah dengan cara memahami yang disebut Takhalli, Tahalli dan Tajalli adalah tiga tahapan fundamental dalam perjalanan spiritual tasawuf untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Takhalli berarti membersihkan diri dari akhlak tercela, Tahalli mengisi diri dengan akhlak terpuji, dan Tajalli adalah tersingkapnya cahaya Ilahi dalam hati setelah melalui kedua tahap sebelumnya.
Berikut rincian ketiga tahapan tersebut:
Takhalli (Pembersihan): Proses mengosongkan jiwa dari sifat-sifat buruk (akhlak madzmumah) dan ketergantungan duniawi, seperti riya, takabbur (sombong), hasad (dengki), dan cinta dunia. Ini dilakukan melalui mujahadah (perjuangan sungguh-sungguh) dan muhasabah (introspeksi diri).
Tahalli (Pengisian): Tahap menghiasi diri dengan perilaku baik (akhlak mahmudah) setelah hati dibersihkan. Contohnya adalah ikhlas, sabar, syukur, zuhud, dan taqwa. Ini dilakukan dengan beribadah secara intensif dan meneladani sifat Rasulullah SAW.
Tajalli (Pencerahan/Penyingkapan): Tahap akhir di mana hamba merasakan penampakan cahaya Ilahi di dalam hatinya, sehingga ia merasa tenang dan merasakan kehadiran Allah. Ini adalah buah dari takhalli dan tahalli, di mana seseorang mencapai tingkat fana (lebur) dalam kecintaan kepada Allah.
Puasa hakikat dan makrifat adalah tingkatan puasa batiniah (khususul khusus) yang menahan hati dari keinginan selain Allah, menjaga anggota tubuh dari dosa, dan mengosongkan diri dari hawa nafsu. Berbeda dengan puasa syariat yang hanya menahan lapar dan dahaga, puasa hakikat/makrifat bertujuan mencapai kedekatan, pengenalan sejati, dan merasakan kehadiran Allah SWT (idul fitri sejati).
Berikut adalah penjabaran tingkat puasa berdasarkan tasawuf:
Puasa Syariat (Lahiriah): Menahan diri dari makan, minum, dan hal membatalkan puasa dari fajar hingga maghrib
Puasa Tarekat/Hakikat (Menengah): Menahan seluruh anggota tubuh (mata, telinga, mulut, tangan, kaki) dari perbuatan maksiat lahir dan batin, serta menjaga hati dari sifat tercela.
Puasa Makrifat (Puncak/Hakekat tertinggi): Puasa ruhani yang totalitas menahan hati dan sirri (rahasia batin) dari memikirkan atau mencintai selain Allah SWT. Ini adalah kondisi di mana hati tidak condong kepada selain-Nya dan merasakan "perjumpaan" dengan-Nya. (Ustadz Torikh)


Social Header