Breaking News

CIA Berusaha Rekrut Perwira Militer China Jadi Informan

Global-hukumindonesia.id, Internasional - Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah badan intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA), merilis video berbahasa Mandarin yang diduga ditujukan untuk merekrut perwira militer China sebagai informan. Video tersebut menggambarkan sosok perwira yang merasa kecewa terhadap sistem di negaranya dan memilih membocorkan informasi kepada pihak luar. Langkah ini dinilai sebagai upaya terbuka untuk memperluas jaringan intelijen manusia (human intelligence) di tengah persaingan strategis dua negara besar tersebut.

Pemerintah China merespons keras tindakan itu. Beijing menilai kampanye tersebut sebagai bentuk campur tangan asing dan ancaman terhadap keamanan nasional. Otoritas China menegaskan akan mengambil langkah tegas untuk mencegah infiltrasi dan aktivitas spionase yang dinilai merusak stabilitas negara. Isu ini pun menjadi sorotan publik karena menyangkut sensitivitas militer dan kedaulatan negara.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa rivalitas Washington dan Beijing tidak hanya terjadi di bidang ekonomi dan teknologi, tetapi juga merambah ranah intelijen. Persaingan pengaruh global membuat kedua negara saling meningkatkan pengawasan dan strategi keamanan. Kasus ini menjadi gambaran nyata bagaimana perang informasi dan operasi intelijen tetap menjadi bagian penting dalam dinamika geopolitik modern. (Fb Militery News Amazing)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA