Global-hukumindonesia.id, Sarolangun - Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui DPPKB (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), (Selasa 24/02/2026),
melaksanakan kegiatan wisuda Akbar Sekolah Lansia Tangguh Standar I dan Standar II tingkat Kabupaten Sarolangun Tahun 2026 dalam mewujudkan Lansia Smart (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat), bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun.
Kepala DPPKB Sarolangun Jupri, SE., dalam laporanya mengatakan, "kegiatan sekolah lansia merupakan program pembelajaran sepanjang hayat yang berhubungan untuk meningkatkan kualitas hidup. Program ini memberikan kepada lansia untuk tetap aktif, produktif dan berdaya di usia lanjut", jelasnya.
”Keberhasilan lansia dalam mengikuti proses pendidikan menjadikan wisuda Akbar sekolah lansia. BKKBN mempunyai program Sidaya, untuk membuat para lansia merasakan bahagia", ujarnya.
"Dikabupaten Sarolangun sekolah lansia ini dilakukan 14 kali pertemuan dari bulan Oktober sampai Desember 2025 kemarin, dan pada bulan februari 2026 dilakukan wisuda Akbar dengan jumlah sebanyak 148 orang yang berasal dari lima kecamatan", ungkapnya.
"Kami memberikan penghargaan kepada peserta sekolah lansia, yang mana ini dalam rangka meningkatkan motivasi bagi lansia untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, menumbuhkan rasa percaya diri, mensosialisasikan pentingnya pendidikan sepanjang hayat", urainya.
”Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para camat, bapak kepala desa, Ketua TP PKK desa, para kader sekolah lansia yang telah melaksanakan program sekolah lansia ini dengan baik", tutup Kepala DPPKB Sarolangun.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Putut Riyatno, mengatakan, "Sekolah lansia ini tujuannya untuk mewujudkan Lansia yang smart, dan tentunya sekolah ini diberikan materi yang menyenangkan dan tidak diberikan pekerjaan rumah, program Tamasya untuk merefresh pikiran para lansia untuk berbahagia bersama-sama", jelasnya.
”Kegiatan sekolah lansia, baru sekitar dua tahun dari akhir 2023 sampai 2025 kemarin, sudah 1.500 wisudawan sekolah lansia di seluruh wilayah dalam Provinsi Jambi. Setiap kecamatan minimal ada satu sekolah lansia ini. Mekanisme belajar minimal enam bulan, dan ada pertemuan 13 kali pertemuan, dan kemudian langsung wisuda", ujarnya.
"Ada 7 Dimensi dari sekolah lansia, yakni Dimensi Spiritual, Dimensi Fisik tentang hidup sehat dan senam lansia, Dimensi Emosional, Dimensi Intelektual, Dimensi sosial kemasyarakatan, Dimensi Vokasional dan Dimensi Lingkungan. diharapkan melalui 7 Dimensi ini sekolah lansia bertujuan agar peserta tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga bermakna bagi keluarga dan masyarakat serta lansia Smart", tutup kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sarolangun H. Hurmin, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi Drs. Putut Riyatno, M.Kes., Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Sekda Sarolangun Ir. Muhammad Arief, RH, MUM., Kakan Kemenag Sarolangun Drs. H. M Syatar, Ketua PIAD Sarolangun Ny Siti Nur, Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief, Ketua BAZNAS Sarolangun Drs H Ahmad Zaidan, MM dan Kepala DPPKB Sarolangun Jupri, SE., beserta jajaran.
Selain itu kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun/Pimpinan Bank Jambi Sarolangun M Ridwan, SE., Para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Para Lurah dan Kepala Desa, Para Kader lansia beserta para wisudawan/wati Lansia. (Anw)


Social Header