Breaking News

Pasca Banjir Terjang Dusun Sepakat Desa Tanjung Mamcang dan Desa Simpang Kanan Mengungsi Tenda Sederhana

Global-hukumindonesia.id, Aceh Tamiang - Pasca banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 26 November 2025 mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan harta benda, salah satuntunya di Dusun Sepakat Desa Tanjung Mancang dan Desa Simpang Kanan Kecamatan Kejuruan Muda. Pemukiman kedua Desa tersebut banyak rumah warga hanyut, dan tergeser dari tapak rumah karena arus banjir yang deras sehingga tidak bisa dihuni. Sementara beberapa bangunan lainnya tergerus hingga tersisa hanya puing-puing. Warga yang terdampak banjir kini terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat yang mereka buat di tempat yang masi aman.

Kejadian ini bermula ketika curah hujan yang sangat tinggi terus menerus melanda wilayah tersebut, menyebabkan air sungai yang membelah Kampung (red-Desa) Simpang Kanan dan Desa Tanjung Mancang meluap dan membanjiri wilayah sekitar. Arus yang sangat kuat menghancurkan rumah warga dan merusak fasilitas umum lainnya. Salah satu wilayah yang juga parah terdampak Kampung Simpang Kanan dan Kampung Tanjung Mancang yang terletak tidak jauh dari aliran sungai.

Datok Penghulu Kampung Simpang Kanan Azhar mengungkapkan bahwa "Sebanyak 90% rumah desa Simpang Kanan dan desa Tanjung Mancang Dusun  Sepakat dan Selawi mengalami kerusakan parah, lebih kurang dari 200 jiwa  terpaksa mengungsi. Mereka kini tinggal di tenda-tenda pengungsian yang sederhana dibuat seadanya.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Warga terpaksa mengungsi karena rumah-rumah mereka yang hanyut dan tergeser dari tapak rumah serta rusak parah diterjang air.

"Warga yang terdampak di Kampung Simpang Kanan yang bersebelahan di Dusun Sepakat Kampung Tanjung Mancang  umumnya hidup dalam kondisi serba kekurangan. Mereka masing-masing mendirikan tenda sederhana di jalur rel kereta Api maupun di stasiun Kereta Api serta membuat tenda seadanya di halaman rumah yang tergeser dari tapak rumah. Meskipun bantuan mulai mengalir dari berbagai pihak, kondisi cuaca yang tidak menentu serta keterbatasan fasilitas pengungsian memperburuk keadaan", ungkap Datok Azhar, Selasa (9/12/2025).

Disisi lain tokoh masyarakat Kampung Tanjung Macang Dusun Sepakat, Syamsuri yang akrap disafah Ato Botol meyebutkan "Saat banjir datang, arus begitu cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Semua harta benda hanyut begitu saja. Kami sekarang hanya bisa bertahan hidup dengan apa yang ada", sebutnya.

Lebih jauh Anto botol mengatakan "Terdampak banjir bukan saja di Dusun Sepakat namun Kampung yang berdampingan seperti Kampung Simpang Kanan, Kampung Sungai Liput dan Kampung tetangga lainnya masyarakat yang tinggal di dekat sungai harus mengevakuasi diri dengan cepat setelah melihat tanda-tanda banjir besar yang datang dengan cepat. Banyak rumah yang rata dengan tanah, sementara sebagian lagi terancam rusak parah.

"Banjir ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat, namun di tengah bencana masyarakat berharap dari Pemerintah Daerah maupun Provinsi memberikan harapan bahwa mereka akan segera bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka yang hancur", sebut Anto. (Ls)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA