Oleh: Oktavia Qodar Kihansahfira, Mahasiswa Universitas Jambi
Ketika banjir surut, tentangan sesungguhnya bagi suatu wilayah baru dimulai. Selain kerusakan insfrastruktur, masalah yang hamper selalu muncul dan sangat menghambat proses pemulihan adalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kelangkaan ini bukan hanya sekedar ketidaknyamanan, melainkan sebuah “bencana ganda” yang melumpuhkan upaya bantuan kemanusiaan dan memacetkan roda ekonomi lokal.
Kelangkaan BBM setelah bencana banjir besar biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu sama lain.
Gangguan Rantai Pasok dan Akses Logistik
Ini adalah penyebab paling krusial. Banjir merusak insfrastruktur vital yang menjadi jalur distribusi utama. Akses jalan terputus, jembatan rubuh, jalan terendam banjir, atau longsor menyebabkan jalur distribusi dari terminal BBM utama menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terblokir total. Truk tangki tudak dapat mencapai lokasi yang ingin dituju. Kerusakan Fasilitas Penyaluran, pompa, tangka penyimpanan, atau fasilitas listrik di SPBU juga seringkali rusak akibat terendam air dan lumpur, membuatnya tidak dapat beroperasi meskipun BBM sudah tersedia.
Peningkatan Permintaan yang Tiba-tiba
Pasca bencana, permintaan BBM melonjak drastis, jauh melebihi kondisi normal. Aktivitas Alat Berat, kendaraan penyelamat seperti ambulan, dan relawan membutuhkan BBM untuk mobilitas tim dan distribusi logistic ke daerah terisolasi. Kebutuhan Alat Berat, alat berat seperti ekskavator dan dump truck juga digunakan untuk membersihkan puing dan lumpur juga membutuhkan banyak BBM.
Kendala Operasinal di Depo dan SPBU
Sistem operasional di fasilitas penyaluran BBM juga terganggu. Tenaga Listrik, Depo dan SPBU tidak dapat beroperasi tanpa Listrik untuk menjalankan pompa pengisian. Keamanan dan Ketersediaan Staf, staf SPBU mungkin menjadi korban banjir atau mengalami kesulitan mencapai tempat kerja.
Untuk mengatasi krisis BBM pasca bencana, diperlukam langkah-langkah yang terintegrasi antara Pemerintah, BUMN energi (Pertamina) dan apparat keamanan. Salah satunya dengan membuka jalur alternatif atau membersihkan jalur utama secepat mungkin dengan bantuan TNI\Polri, serta menggunakan moda transportasi lain seperti kapal atau pesawat (helicopter) jika diperlukan untuk daerah terisolasi.
Kelangkaan BBM setelah banjir adalah peringatan keras bahwa ketahanan energi dan logistic harus menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana mitigasi bencana. Memastikan pasokan BBM aman berarti memastikan roda bantuan dan pemulihan dapat bergerak tanpa hambatan. (Yulistinawati)


Social Header