Global-hukumindonesia.id, Garut – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di depan pabrik PT Pratama, Desa Cijolang, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Rabu, 03/12/2025, siang, berlangsung tegang dan sempat diwarnai kericuhan.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut awalnya berjalan dengan orasi di atas mobil komando. Namun, situasi memanas ketika massa aksi mulai merangsek maju dan diduga mencoba merusak pintu gerbang utama pabrik.
Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari warga setempat yang berada di sekitar lokasi. Ketegangan pun tak terelakkan hingga terjadi bentrokan fisik antara pihak pendemo dan warga yang mencoba menghalau massa agar tidak melakukan perusakan aset di wilayah mereka.
Dugaan Provokasi "Penunggang Gelap"
di tengah memanasnya situasi, pihak Karang Taruna Desa Cijolang angkat bicara. Perwakilan Karang Taruna setempat menyayangkan terjadinya kericuhan yang mengganggu ketertiban umum tersebut. Mereka menduga aksi ini tidak murni memperjuangkan hak buruh, melainkan telah disusupi oleh kepentingan pribadi oknum tertentu.
"Kami dari Karang Taruna dan warga setempat sebenarnya tidak melarang demo, tapi kami menolak cara-cara anarkis seperti merusak gerbang. Kami menduga aksi ini sudah ditunggangi. Ada indikasi provokasi dari inisial T dan Y", ujar perwakilan Karang Taruna di lokasi kejadian.
Ia menambahkan bahwa kedua oknum tersebut "T" dan "Y" diketahui merupakan mantan karyawan yang telah dikeluarkan (PHK) oleh pihak pabrik PT Pratama.
"Ini seperti ada unsur sakit hati dari oknum T dan Y yang dikeluarkan pabrik, lalu memanfaatkan massa untuk memperkeruh suasana di kampung kami", tegasnya.
Respons Kepolisian Resor Garut
Melihat situasi yang sempat chaos, aparat kepolisian dari Polres Garut yang disiagakan di lokasi segera bertindak cepat untuk memisahkan kedua kubu dan mendinginkan suasana.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Garut menyatakan bahwa prioritas utama mereka adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memastikan tidak ada kerusakan objek vital maupun korban jiwa.
"Kami dari Polres Garut telah menerjunkan personel untuk mengamankan jalannya penyampaian pendapat di muka umum ini. Tadi sempat ada gesekan karena dipicu upaya perusakan gerbang, namun anggota kami segera melakukan penyekatan antara massa aksi dan warga", ujar Perwira.
Pengendali Polres Garut di lapangan.
Pihak kepolisian juga memberikan ultimatum kepada massa aksi agar tetap mematuhi aturan hukum dalam menyampaikan aspirasi.
"Kami menghimbau kepada rekan-rekan buruh untuk menyampaikan aspirasi dengan damai. Jika ada tindakan anarkis atau perusakan properti, kami akan tidak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kami juga meminta warga untuk menahan diri dan mempercayakan pengamanan kepada kepolisian", tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Jalan Raya Nagreg-Limbangan, tepatnya di depan PT Pratama mulai berangsur kondusif meski aparat keamanan masih berjaga ketat untuk mengantisipasi bentrokan susulan. (Yayat)


Social Header