Bohong itu buruk, kecuali dalam dua keadaan:
1. Jika dengan berbohong dapat menghilangkan kezaliman dari diri sendiri atau orang lain.
2. Jika dengan berbohong dapat memperbaiki hubungan antara dua orang.
(Mizan al-Hikmah, Hadis 17476)
Makna :
1. Menghilangkan kezaliman :
Misalnya ada seseorang yang mengancam nyawa kamu atau keluargamu. Kalau kamu berbohong soal keberadaan seseorang supaya dia aman, ini termasuk bohong yang dibolehkan untuk melindungi nyawa.
2. Memperbaiki hubungan :
Kalau dua teman kamu sedang bertengkar, dan kamu bilang sesuatu yang sedikit bohong supaya mereka berdamai, misalnya "Dia sebenarnya sangat menghargaimu, cuma dia sedang marah saja meski itu bukan 100% benar, tapi tujuan kamu untuk mendamaikan mereka, itu diperbolehkan. (*)


Social Header