Global-hukumindonesia.id, Jawa Timur - Orang beruntung dalam Al-Qur'an adalah mereka yang bertakwa, khusyuk dalam shalat, menjauhkan diri dari hal sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kesucian diri dan amanah, serta saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran, demikian dijelaskan dalam QS. Al-Mu'minun ayat 1-5 dan QS. Ali 'Imran ayat 200. Keberuntungan ini bukan sekadar materi, melainkan kemenangan hakiki dengan hidup dekat kepada Allah dan meraih keridhaan-Nya.
Ciri-ciri Orang Beruntung Berdasarkan Al-Qur'an:
Beriman: Menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.
Khusyuk dalam Shalat: Menjalankan ibadah shalat dengan hati yang penuh kehadiran dan fokus kepada Allah.
Menjauhi Perkataan dan Perbuatan Sia-sia: Menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak berguna atau tidak bermanfaat.
Menunaikan Zakat: Memberikan sebagian hartanya di jalan Allah untuk membantu yang membutuhkan.
Menjaga Diri (Ketaatan): Memelihara kesucian diri dan kehormatan, terutama dari perbuatan zina.
Memelihara Amanat dan Janji: Menjaga kepercayaan yang diberikan orang lain dan menepati janji.
Bertakwa dan Berada di Jalan Allah: Selalu merasa diawasi oleh Allah, bertakwa, serta berkomitmen di jalan Allah.
Saling Berwasiat dalam Kebenaran dan Kesabaran: Mengajak orang lain kepada kebaikan dan mengingatkan untuk bersabar dalam menghadapi ujian.
Kaitan dengan Al-Qur'an:
QS. Al-Mu'minun (23): 1-5: Menjelaskan bahwa orang yang beruntung adalah yang beriman, khusyuk dalam shalat, menjauhi yang sia-sia, menunaikan zakat, dan menjaga kemaluannya.
QS. Ali 'Imran (3): 200:
Menyatakan bahwa orang yang beruntung adalah yang bersabar, kuat dalam kesabaran, bersiap siaga, dan bertakwa kepada Allah.
QS. Al-A'la (87): 14: Menyebutkan keberuntungan bagi orang yang mensucikan dirinya dan mengingat Tuhan-Nya lalu shalat.
Qod aflaha man zakkaha" adalah "sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya". Frasa ini berasal dari Al-Qur'an dan menekankan bahwa keberuntungan dan kesuksesan akhirat diraih oleh orang-orang yang membersihkan diri mereka dari sifat-sifat buruk, akhlak tercela, dan selalu menaati perintah Allah.
Penjelasan Lebih Lanjut:
Qod aflaha: Berarti "sungguh beruntung" atau "beruntunglah". Kata aflaha sendiri mengandung makna kemenangan atau keberhasilan.
Man zakkaha: Berarti "orang yang mensucikan dirinya" atau "orang yang membersihkan jiwanya". Kata zakkaha berasal dari akar kata zakaa yang berarti tumbuh subur, membersihkan, dan mensucikan.
Konteks Penggunaan:
Frasa ini merupakan bagian dari ayat Al-Qur'an, yaitu surat Al-A'la ayat 14 dan surat Asy-Syams ayat 9. Ayat ini menegaskan bahwa hanya orang-orang yang membersihkan jiwa mereka dari dosa dan keburukan, serta mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh, yang akan mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia maupun akhirat. (Torik)


Social Header