Global-hukumindonesia.id, Kota Jambi - Alfamart yang beralamat di jalan Anwar Bay tepatnya di samping perumahan GMC 1, Diduga Tidak Jujur karena tidak ada label bandrol harga dan tidak sesuai yang di bayar di kasir.
Konsumen yang bernama 'As' berbelanja susu anak dan batre, 'As' mengatakan, "pada saat dia lihat harga di banderol itu Rp25.200-, dan pada saat saya melakukan pembayaran saya tidak lihat lihat lagi, setelah sampe rumah iseng saya lihat struknya, betapa terkejutnya saya ternyata harga batre itu 52.500 rupiah lumayan banget selisihnya kan", keluhnya.
Kemudian saya kembali lagi ke Alfamart tersebut dan langsung bertanya dengan sang Kasir, "kok bisa harganya beda jauh dari 25.200 sampe 52.500", tanyanya, jawab Kasir, "maaf, mungkin pegawai salah Tarok batrenya, sini dikembalikan saja bisa", katanya. "disini saya mulai curiga, ini bukan masalah salah Tarok tetapi ini faktor di sengaja, kenapa tidak saya lihat di gantung disana ada beberapa batre, jadi ini pasti di sengaja untuk membohongi konsumen", pikir As.
Dan saya meminta nomor kepala toko, saya ingin mengadukan kejadian tersebut, jawaban kepala toko sama, bukannya minta maaf duluan, setelah saya jelaskan, ini namanya kalian menipu ujar saya, kalo barangnya hanya satu di gantung ok la, ini ada beberapa yang di gantung di situ dengan harga 25.200 rupiah ujar saya, setelah itu barulah kepala toko meminta maaf, ini bukan masalah uangnya tetapi sudah berapa banyak konsumen yang tertipu oleh mereka ini ujar As menjelaskan kepada wartawan
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Ibnu Kholdun menyampaikan, "bahwa ini sudah sangat merugikan konsumen, dan ini ada indikasi kesengajaan", ujarnya.
"Bahwa sangat jelas berdasarkam ketentuan pasal 7 UUPK no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Bahwa pelaku usaha diwajibkan memberikan informasi yang benar dan jujur,
Kemudian jika pelaku usaha melanggar ketentuan tsb diatas, hal ini ada sanksinya di pasal 62 UUPK No.8 tahun 1999
Denda 2 milyar,
Dalam waktu dekat kita akan kirimkan surat kepada Alfamart mungkin dalam beberapa hari ini akan kita temukan pihak Alfamart dan konsumen tersebut", pungkas Ibnu Kholdun. (Agustiawan)


Social Header