Global-hukumindonesia.com, Garut - Perluasan bangunan pabrik Garmen, PT Hoga Reksa Garmen yang berlokasi di Desa Haruman, Kecamatan Leles Kabupaten Garut, masih menyisakan tanya. (9/08/2022).
Seperti yang sempat dilansir harianpedia.com beberapa waktu lalu, hingga berita kembali dilansir pihak PT Hoga belum berikan hak jawab.
Berhasil diminta tanggapannya, melalui sambungan selulernya, Sabtu (06/08), Kepala Desa Haruman, Avip menyangkal adanya sumur artesis didalam PT Hoga.
"Setahu Saya tidak ada sumur artesis yang digunakan PT Hoga untuk produksi, hanya ada sumur dangkal dengan kedalaman sekitar 60 Meter yang dibuat di mes untuk kepentingan", ujar Avip.
Ditambahkan Avip, untuk memenuhi kebutuhan air yang digunakan untuk produksi, PT Hoga membeli dari luar.
"Sementara untuk kebutuhan air produksi PT Hoga membeli dengan tanki dari PT Changsin", imbuhnya.
Padahal diketahui PT. Changsin sendiri demi memenuhi kebutuhan air masih membeli dari luar.
Disinggung perihal santernya rumor bahwa Pemdes Haruman terima sejumlah uang dari pelaksana pembangunan pabrik itu, Avip tidak mengelak.
"Memang benar ada uang koordinasi yang diterima pihak Pemdes dari kontraktor untuk dibagikan kepada lembaga Desa, jumlahnya silahkan tanya sendiri kepada Kontraktor", kilahnya.
Sementara itu besaran nilai uang koordinasi yang disebut Kades Haruman, diketahui dan diakuinya senilai 120 Juta.
"Ya benar nilainya segitu dan sudah dialokasikan untuk koordinasi dengan lembaga Desa dan para RW serta ada ke sebagian warga yang terdampak" Ucapnya. (Her Azizi/Yudhi Dewa/redaksimghijabar@gmail.com)



Social Header