Breaking News

Jalin kemitraan Jajaran KSI bersama Owner Resto Salegar, di sawah lega maripari pangatikan Garut H. Atep Aminudin


Global-hukumindonesia.com, Garut - Sosialisasi ketua KSI Habib Irfan Arif ke daerah Garut untuk memperluas serta memperlebar jalinan kemitraan dan juga membentuk serta meningkatkan rasa emosional yang tinggi, dan semakin solid, serta erat dan juga semakin kokoh antara sesama peternak sapi lokalan. Pada hari Rabu, 20/07/2022, pukul 10.00 WIB. 

Adapun kehadirannya kali ini Habib Irfan Arif ke daerah Garut pertama untuk menemui Bapak Owner Resto Salegar, di sawah Lega Maripari Pangatikan H. Atep Aminudin serta para calon kepengurusan jajaran Komunitas Sapi Indonesia (KSI) dan memberikan masukkan, terkait cara-cara untuk mengurus khususnya sapi-sapi yang baik dan benar, juga memberikan masukkan positif untuk keberlangsungan komunitas sapi Indonesia ke depan agar semakin lebih erat solid dan berkah. 

Diterangkan oleh Abah Kurniawan, salah satu calon ketua DPC KSI Garut "Alhamdulillah Wa syukurillah dengan adanya jalinan tali silaturahmi Habib Irfan Arif datangnya ke Garut kami sangat merasa bersyukur serta juga merasa bahwa memang seharusnya kita saling melengkapi satu sama lain terutama di bidang peternakan sapi dan insya Allah silaturahmi ini akan menjadikan silaturahmi yang Hakiki, serta silaturahmi yang berkepanjangan. Yang bisa memberikan masukan, edukasi, serta juga bisa memberikan kebaikan untuk semuanya Barakallah", ucapnya.

Tambahnya menurut "Abah Kurniawan ketika KSI yang berada di Garut ini untuk kedepannya ketika sudah berjalan insya Allah akan memberikan nilai-nilai positif bagi para peternak yang berada di daerah Garut dan sekitarnya, dan akan mempermudah akses untuk kebaikan program yang akan diterima dari pihak baik dari pengelola maupun dari pihak kepemerintahan dan pastinya akan semakin mudah Teruntuk para peternak, dan bisa bersinergi langsung, dengan kepemerintahan yang berada di Garut dan juga dengan para gapoktan, sekitar

Ketika di dalam obrolan hangat antara Habib Irfan Arif dengan bapak Owner Resto Salegar, di sawah lega maripari pangatikan, H. Atep Aminudin, di dalam perbincangan tersebut selalu memberikan edukasi serta masukan yang selalu harus dijalani oleh para peternak sapi, agar di dalam penanganan sapi serta juga di dalam memberikan segala sesuatunya, terkait dari mulai makanan, minuman, sapi agar selalu terjaga, dan dirawat agar sapi-sapi tersebut selalu sehat bugar serta berkualitas", ucap H. Atep Aminudin.

Tidak sampai di sana pula harapan serta keinginan akan terjadi serta terbentuknya komunitas sapi Indonesia yang berada di daerah Garut ini semoga saja untuk ke depan bisa saling bersinergi serta bisa saling memberikan dorongan untuk bisa semakin memaksimalkan hubungan para peternak serta juga dengan warga masyarakat sekitar

Disinggung terkait PMK yang sudah berlarut menurut H. Atep Aminudin, ketika diminta wawancaranya langsung dan menuturkan bahwa "PMK yang kemarin benar-benar hal yang luar biasa ujian buat para peternak sapi, karena di samping sudah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan secara psikologis dari pemerintah, dan dari instansi itu Alhamdulillah Saya rasa 0% penggantian kepada para peternak sapi, tidak ada bantuan sama sekali, sampai saya mencoba berupaya menanyakan ke dinas, provinsi, dewan, dan ke semua, dirasakan Semuanya serba sulit, 

Ketika kita memohon SKK saja untuk di Garut sangat dipersulit, dan kelihatannya saja tidak sinkron, dari perjalanan sapi dari kabupaten ke kabupaten, dan itu sama sekali non solusi tidak ada tanggapan yang efektif, yang akhirnya persoalan ini ditelan sendiri sama para peternak khususnya sapi, contoh seperti di Madura, Lumajang, sapi tersebut pada dikubur-kubur saja dikarenakan pada mati, tidak terjual. Karena dibawa ke luar kota juga pada problemnya skk tidak ada. 

Dan yang seremnya lagi RPH-nya sendiri menolak sapi PMK, itu, yang menurut saya paling serem, jadi ketika sapi RPH, menolak sapi PMK, untuk dipotong, logikanya sapi disuruh untuk dijadikan bangkai, Jadi kalau menurut saya kemarin terkait dengan PMK intinya tidak ada solusi sama sekali khususnya, untuk para peternak yang berada di Garut,

Dengan marak-maraknya pemberitaan terkait dengan PMK tersebut ada kompensasi dari pemerintah sebesar 5 juta itu adalah bullshit hanya 0% yang para peternak rasakan, dan ya mudah-mudahan saja semoga ke depan ada ganti sapi PMK yang jadi bangke, 

Dan sampai saat ini belum ada penggantian tersebut harapan ya mudah-mudahan saja pemerintah lebih objektif, melihatnya biar para peternak tidak hancur-hancuran, seperti katanya ada yang mencoba untuk bunuh diri, dan segala macam Ya intinya kasihan lah mereka para peternak tersebut mati mata pencahariannya“, pungkas H. Atep Aminudin. (Yudhi Dewa/redaksimghijabar@gmail.com)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA