Global-hukumindonesia.com, Sarolangun - Camat Batang Asai Junaidi, S.Pd., Buka Pelatihan Magang Peningkatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) - Kegiatan Forest Programme II Balai Perhutanan Sosial Dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera Bekerja sama dengan Dinas Perhutanan, Lembaga kerja sama Jerman, KFW dan Pemerintah Provinsi Jambi, Balai Perhutanan Sosial Dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera melaksanakan pelatihan Magang Peningkatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) bertempat di Kantor Desa Muara Air Duo Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Kamis, (16/06/2022).
Hadir dalam acara tersebut, Camat Batang Asai Junaidi, S.Pd, Kepala Desa Muara Air Duo Sakardi, Kepala Desa Sungai Keradak Yuswar, Konsultan FP II Agung Wibowo, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Mr. Pay, Koordinator Tenaga Ahli FP II BPSKL Wilayah Sumatera Taufik Hidayat, S.Hut, Kasi PKSDAE Dan PM Sriliah Susanto, S.Hut beserta anggota Team dari KPHP Limau Hulu Unit VII Sarolangun, Ketua KUB Mitra Mandala Petani Aren Anwar, Export Manager Buhori, Team Produksi Kamsari, para Fasilitator Desa, para Pendamping Perhutanan Sosial (PS), Peserta pelatihan yang berjumlah 35 orang, dan Perangkat Desa Muara Air Duo.
Koordinator Tenaga Ahli FP II BPSKL Wilayah Sumatera Taufik Hidayat, S.Hut., dalam kata sambutannya menyampaikan "saya sangat berterima kasih pada hari ini bisa hadir disini dalam rangka kegiatan Magang Peningkatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS)", harapnya.
Pada kata arahannya Konsultan FP II Agung Wibowo "saya sangat berharap dari pelatihan yang akan kita laksanakan selama 7 hari ini nantinta akan menciptakan tenaga-tenaga ahli dan trampil didalam bidang peningkatan ekonomi dari pengolahan hasil perhutan sosial. Bisa menciptakan nilai tambah produksi guna peningkatan ekonomi masyarakat, dengan cara membentuk jaringan dari beberapa kelompok KUPS guna meningkatkan hasil produksi dengan tetap menjaga kualitas dengan kuatitas produksi yang stabil, sehingga nantinya bisa menjadi komoditas export yang handal", tuturnya.
Mewakili Kepala UPTD KPHP Limau Hulu Unit VII Sarolangun, Kasi PKSDAE Dan PM Sriliah Susanto, S.Hut., dalam katasambutannya "saya minta kepada para peserta pelatihan agar serius dalam menerima ilmu yang diberikan nara sumber dan agar dipraktekan langsung. Sampaikanlah apa-apa saja yang saudara-saudara terima dari penjelasan nara sumber nanti kepada masyarakat yang ada di sekitar saudara, supaya ilmu yang saudara dapatkan hari ini dan 6 hari kedepan, bisa bermanfaat bagi orang banyak", ujarnya.
Kepala Desa Muara Air Duo Sakardi "saya berharap kepada seluruh peserta magang agar dapat mengikuti pelatihan sampai selesai karen kesempatan ini tidak dua kali dan ini sangat berguna bagi kita semua", ucapnya.
Camat Batang Asai Junaidi, S.Pd., dalam kata pembukaannya "kami sangat senang dan bangga karena pada hari ini, kami dikunjungi oleh bapak-bapak yang telah sudi datang ketempat kami yang jauh dengan medan jalan yang sulit hanya untuk memberi kami bekal ilmu yang sangat berguna dan penting bagi kami demi untuk meningkatkan perekonimian masyarakat kedepannya", paparnya.
"Pada hari ini atas nama pemerintah Kecamatan Batang Asai, Magang Peningkatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) secara resmi saya buka", pungkas Camat Batang Asai Junaidi, S.Pd., ini menutup penyampaiannya.
Di hari pertama pelatihan di isi dengan perkenalan dari para nara sumber.
Ketua KUB Mitra Mandala Petani Aren Anwar di prakata perkenalannya menyampaikan berbagai teknis pengolahan gula aren, agar komoditas gula aren ini bisa menjadi salah satu komoditi andalan bagi masyarakat di Marga Batin Pengambang.
"Dalam proses pengolahan gula aren, kita harus melalui beberapa tahapan, agar kualitasnya bisa terjamin. Apakah itu nantinya untuk proses pembuatan gula pasir, gula jahe dan lain-lain", jelas anwar membuka materinya.
"Agar kualitas tetap terjaga, kita harus melalui beberapa tahapan proses pembuatan, mulai dari penyadapan, pengolahan, sampai pencetakan. Alat-alat yang dipergunakan dalam tahapan pembuatan gula aren, kita hanya menggunakan alat-alat sederhana seperti tungku api biasa, kuali, alat pengaduk cairan aren, alat penyaring biasa dan open", urai anwar.
"Jadi dalam pengolahan gula aren kuta tidak membutuhkan alat-alat mahal, sehingga babak ibu bisa langsung membuka usaha pengolahan gula aren. Bahan pengawetoun kita tidak menggunakan bahan pengawet modern sintetis. Semuanya terbuat dari bahan-bahan bukan kimia", tukas anwar mengakhiri perkenalannya.
Kegiatan hari pertama ditutup pukul 17.00 wib dan akan dilanjutkan ke materi pelatihan pada hari jum'at pukul 08.00 wib. (Benny)



Social Header