Global-hukumindonesia.id, Cirebon - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Ketua Umum LEMBAKUM ANAK NEGERI, Shihabudin Zuhri, S.H., M.H., menyampaikan refleksi kebangsaan yang mendalam dan berani terkait arah penegakan hukum di tanah air. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukan sekadar seremonial upacara, pengibaran bendera, atau pidato penuh kata-kata heroik belaka. Kamis 13/08/2026
Menurut Shihabudin, esensi kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika rakyat kecil benar-benar merasakan keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan hukum yang merata di hadapan hukum.
LEMBAKUM ANAK NEGERI memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen politik Presiden Prabowo Subianto yang gencar memburu dan memberantas praktik korupsi, kebocoran anggaran, mafia, serta pihak-pihak yang menikmati kekayaan negara secara tidak sah. Namun, organisasi ini juga mengingatkan agar gerakan nasional pemberantasan korupsi ini tidak menjadi alat politik atau tebang pilih, melainkan konsisten berlandaskan supremasi hukum.
Berikut adalah poin-poin krusial dan pernyataan tegas dari LEMBAKUM ANAK NEGERI, Sikat Perampok Negara, Tetapi Jangan Sikat Keadilan
Every proses hukum wajib berbasis bukti yang cukup, hukum acara, independensi aparat penegak hukum, serta penghormatan terhadap hak-hak setiap warga negara. Penegakan hukum tidak boleh ada kriminalisasi, tebang pilih, atau tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
Korupsi Adalah Perampokan Masa Depan
Uang rakyat dalam APBN dan APBD yang dikorupsi oleh segelintir elite pada hakikatnya merampas hak-hak dasar masyarakat.
Koruptor bukan sekadar mencuri angka di laporan keuangan, melainkan merampok masa depan anak-anak Indonesia, mencuri kesempatan rakyat miskin untuk sekolah, mengorupsi hak kesehatan, menyelewengkan pembangunan daerah, dan menghancurkan kepercayaan rakyat kepada negara.
Hukum Harus Tegas Terhadap Koruptor, Adil Terhadap Rakyat, Demi memutus mata rantai korupsi secara sistematis hingga ke akarnya, diperlukan sinergi tiga kekuatan utama yang harus berjalan bersamaan, Keberanian politik dari Presiden, keberanian profesional dari aparat penegak hukum agar tetap independen, dan keberanian mengawasi dari masyarakat sipil.
Bukan Organisasi yang Hanya Hadir Saat Kamera Menyala, Sebagai pimpinan tertinggi, Shihabudin Zuhri menegaskan komitmen organisasi bahwa LEMBAKUM ANAK NEGERI didirikan untuk berada di sisi rakyat. “Saya menegaskan bahwa LEMBAKUM ANAK NEGERI tidak boleh menjadi organisasi yang hanya hadir ketika kamera menyala. LEMBAKUM ANAK NEGERI harus hadir ketika rakyat mencari keadilan", tegasnya.
Refleksi Momentum Emas 2045, Indonesia tidak akan pernah lahir menjadi negara maju jika membiarkan kebocoran anggaran menjadi penyakit struktural. Kekayaan alam dan bonus demografi akan hilang sia-sia jika korupsi terus dibiarkan. Kemerdekaan sejati adalah ketika hukum tegak berdiri memayungi hak setiap warga, tanpa bisa diintervensi oleh kekuasaan dan uang.
Melalui momentum HUT RI ke-81 ini, LEMBAKUM ANAK NEGERI menyerukan gerakan bersama untuk melawan korupsi, melawan mafia, dan menegakkan hukum dengan satu prinsip utama.
“Tajam kepada kejahatan, tetapi tetap adil kepada manusia". Indonesia harus menjadi negara yang kuat dan disegani, namun tetap ramah, adil, dan tunduk pada supremasi hukum demi kemakmuran seluruh rakyatnya.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Merdeka! (redaksimghijabar@gmail.com/Yudhi Dewa)


Social Header