Global-hukumindonesia.id, Sukabumi - Kondisi infrastruktur jalan menuju sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan. Kerusakan pada beberapa ruas jalan dinilai menghambat mobilitas masyarakat sekaligus berdampak pada menurunnya kenyamanan wisatawan, Sabtu 4 April 2026.
Sejumlah keluhan warga mencuat, mulai dari jalan berlubang, permukaan licin saat hujan, hingga risiko kecelakaan yang meningkat. Situasi ini dianggap menjadi tantangan serius dalam mendukung sektor pariwisata yang tengah berkembang.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, memastikan bahwa perbaikan jalan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II telah masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun anggaran 2026.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, potensi tersebut perlu ditunjang dengan akses infrastruktur yang layak dan aman.
“Perbaikan akses jalan menjadi langkah penting agar potensi wisata bisa berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat", ujarnya.
Wilayah seperti Cikidang, Parakansalak, dan Kalapanunggal disebut sebagai kawasan dengan potensi wisata unggulan, namun masih menghadapi kendala infrastruktur.
Ia menjelaskan, usulan perbaikan jalan tersebut telah melalui tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa hingga kabupaten, dan telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026.
“Aspirasi masyarakat sudah diakomodasi. Kini fokusnya adalah memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana", katanya.
Dapil II meliputi Kecamatan Cicurug, Parungkuda, Parakansalak, Kalapanunggal, dan Cikidang—yang dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas ekonomi dan potensi wisata yang cukup tinggi.
Selain percepatan pembangunan, DPRD juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan. Hal ini untuk memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan dan tidak cepat mengalami kerusakan.
“Kualitas material dan sistem drainase harus diperhatikan agar hasil pembangunan bisa bertahan lama", tegasnya.
Dengan masuknya program ini dalam prioritas 2026, masyarakat berharap perbaikan jalan dapat segera terealisasi dan membawa dampak positif, baik dari sisi keselamatan pengguna jalan maupun peningkatan kunjungan wisata.
Perbaikan infrastruktur ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Sukabumi. (DM)


Social Header