Global-hukumindonesia.com, Sarolangun - Tuntut ganti rugi lahan Nurqolbi, Sugiono, dan Tasripah LSM SP3LH (Senin, 5/6/2023) turun ke jalan menghadang mobil angkutan batu bara PT Anugerah Jambi Coalindo (PT AJC) yang melintas di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Kegiatan penghadangan mobil angkutan batu bara PT AJC digelar di jalan lintas sarolangun-Jambi tepatnya di jembatan dua kantor Camat Mandiangin, akibat lambatnya penyelesaian dari konflik tersebut.
LSM SP3LH sebelumnya telah beberapa kali menggelar pertemuan yang di fasilitasi Pemda Kabupaten Sarolangun, namun belum juga ada titik terang terhadap penyelesaian ganti rugi lahan tersebut, buntut dari kekecewaan tersebut akhirnya LSM SP3LH turun ke jalan menghadang mobil angkutan batu bara PT AJC yang akan melintas ke Jambi.
Sukiman Ketua LSM SP3LH saat diwawancarai mengatakan "pihaknya menuntut keadilan terhadap lahan milik ibu Nurqolbi, Selama sepuluh bulan itu batu bara yang diangkut itu dari lahan yang bermasalah dengan ibu Nurqolbi, itu surat pernyataan sudah ada, anak tirinya sudah mengakui itu lahan punya ibunya, saat menjual ibunya tidak mengetahui, yang ke dua kebun karet unggul ibu Tasripah dilakukan perusakan, kebun yang sudah punya sertifikat, laporan kami sudah masuk di Polres Sarolangun sudah di gelar perkara itu, bahwa itu benar benar melanggar Pidana, yang ke tiga kebun pak Sugiono itukan 25 hektar baru dibebaskan 22 hektar, 3 hektar sudah dikuasai penipuan didalam penjualan itu penggelapan tiga hektar, kami sebelum ada penyelesaian ini minta tolong pak presiden, pak Kapolri, pak gubernur, pak Kapolda, pak Kapolres kami tidak akan berhenti untuk menahan batu bara yang keluar dari PT AJC karena itu dari lahan yang bermasalah, kami minta tolong karena kami merasa sudah dijajah", keluhnya.
Lebih lanjut dikatakan Sukiman "bahwa dari hasil hitungan pihaknya, PT AJC telah mengambil batu bara dari lahan ibu Nurqolbi kurang lebih enam ratus ribu ton, karena sudah beroperasi selama sepuluh bulan setiap hari paling sedikit dua ratus mobil di angkut dari sana", ujarnya.
Terkait aksi yang dilakukan oleh LSM SP3LH, Sukiman menjelaskan "jika persoalan tersebut tidak selesai di DPRD akan turun yang ke dua kalinya, Seluruh mobil AJC akan kami tahan batu nya karena kami anggap maling, maling tangkap tangan masyarakat berhak juga", tegasnya.
Di tempat yang sama ibu Tasripah saat diwawancarai mengatakan "bahwa dirinya selalu diteror pondok di bobol, motor di rusak, kebon habis digusur lewat situ dak boleh. Padahal kebun tersebut menurut ibu Tasripah adalah masih milik nya, ibu Tasripah Berharap agar kerugiannya bisa diganti", pintanya.
Aksi Demonstrasi yang digelar LSM SP3LH baru berhenti ketika ada urusan dari DPRD Kabupaten Sarolangun Fadlan Kholik, SE., ketua fraksi dari Partai PKS dan Muhammad Zabidi dari Fraksi PPP, Fadlan Kholik mengatakan "tadi sebelum saya hadir ketemu pak ketua DPRD melalui beliau saya disuruh ke sini hadir untuk bertemu masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ada yang ingin Saya sampaikan sebelum kami tadi hadir ke sini, kami baru saja rapat hari ini bersama dengan pak Kapolres yang dihadiri Kabag OPS, asisten dan Stakeholder yang lain Khusus membahas tentang tuntutan masyarakat terhadap PT AJC, salah satu kesimpulannya tadi disampaikan oleh pimpinan itu sudah empat kali rapat, waktu rapat terakhir kemarin itu sudah minta data data lengkapnya sehingga kita DPRD bekerja bisa dengan data data itu dan Alhamdulillah data dari masyarakat yang mengajukan aspirasi ini itu sudah masuk kita sudah lihat dan sudah lengkap, dan saya hadir ini dengan staf DPRD kami minta Surati perusahaan sudah pernah disurati minta data perusahaan tapi hari ini belum disampaikan, dan kita akan Surati lagi pihak AJC untuk kalau mereka punya data tolong kirim datanya ke DPRD, yang ke dua hasil kesepakatan tadi insya Allah besok kami akan Paripurna akan membentuk Pansus, apa pansus itu, Pansus itu panitia khusus untuk menyelesaikan itu, kalau hanya sekedar anggota DPRD atau komisi kewenangannya terbatas", tutup Fadlan Kholik. (Andra)



Social Header